Mempertahankan Kekayaan (Jumlah vs Daya Beli)

2412
0
BAGIKAN
Tabungan vs Investasi

Seorang teman menceritakan ilmu yang baru saja dia dapat dari suatu seminar finansial mengenai cara mempertahankan kekayaan. Dengan penuh semangat dia menjelaskan. “Untuk bisa mempertahankan atau bahkan menambah kekayaan, kita perlu membedakan antara jumlah uang dan daya beli dari uang. Jumlah uang tidak perlu dijelaskan karena biasanya orang hanya memperhatikan jumlah uang ini. Sedangkan “daya beli dari uang” adalah kemampuan yang dimiliki oleh uang untuk mendapatkan barang/jasa. Jadi kekayaan kita bertambah atau berkurang bukan dihitung dari pertambahan atau pengurangan jumlah uang/asset yang kita miliki tetapi dari pertambahan dari daya beli dari uang/asset yang kita miliki. Contohnya, misalkan saja hari ini harga barang “X” adalah seratus ribu. Jika kita menabung uang seratus ribu dan menghasilkan lima ribu dalam waktu setahun, apakah kekayaan kita bertambah atau berkurang? Secara jumlah uang, kekayaan kita sudah bertambah lima ribu. Tetapi, jika ternyata harga barang “X” menjadi seratus sepuluh ribu maka sebenarnya kekayaan kita menjadi berkurang karena daya beli dari kekayaan kita berkurang. Oleh karena itu, kekayaan bisa dipertahankan kalau imbal hasil dari semua asset yang dimiliki lebih besar dari tingkat inflasi.”

Saya sangat setuju dengan penjelasan dari teman saya. Kebenarannya memang seperti itu. Kita harus membedakan antara jumlah uang dengan daya beli dari uang.

Jumlah uang meningkat seiring dengan imbal hasil dari investasi. Jika uang dimasukkan pada deposito dengan bunga 6% per tahun maka jumlah uang kita akan naik sebesar 6% setiap tahunnya.

Daya beli uang akan semakin menurun dengan adanya inflasi.  Mengapa? Harga barang yang cenderung naik akan mengakibatkan daya beli uang kita semakin menurun.

Oleh karena itu, ukuran untuk melihat kekayaan kita bertambah bukan dilihat dari jumlah uang, tetapi dari daya beli uang. Dengan kata lain, imbal hasil investasi kita harus lebih besar dari Inflasi.

Salah satu contoh inflasi paling hebat di dunia terjadi di Zimbabwe, sebuah negara miskin di Afrika. Pada tahun 2008, tercatat inflasi di Zimbabwe lebih dari 200 Juta Persen. Ini berarti harga barang-barang naik sampai 2 juta kali. Jika hal ini terjadi di Indonesia, maka harga telor mata sapi yang awalnya berharga seribu rupiah akan menjadi berharga dua milliar rupiah. Harga beras yang awalnya lima ribu rupiah per kilo akan menjadi sepuluh milliar per kilonya.

Dalam kondisi yang seperti ini, orang yang memegang/memiliki barang yang akan mendapatkan keuntungan besar. Hal ini terjadi karena dengan jumlah uang yang sama akan memiliki daya beli yang berkurang dari waktu ke waktu.

Oleh karena itu, kita sebaiknya tidak menaruh semua uang ke dalam deposito/tabungan. Miliki beberapa asset lainnya sehingga kekayaan kita tidak akan berkurang akibat adanya inflasi. Orang yang menaruh semua uangnya di tabungan/deposito sebenarnya uangnya memang terlihat bertambah tetapi sebenarnya memiliki daya beli yang semakin berkurang dari waktu ke waktu.

TINGGALKAN KOMENTAR