7 Mitos Seputar Asuransi Jiwa

1360
0
BAGIKAN

Mitos senantiasa membuat fakta menjadi kabur. Oleh karena itu, mitos harus disandingkan dengan fakta sehingga Anda bisa melihat manfaat nyata dari Asuransi Jiwa. Jangan sampai Anda meremehkan, tetapi juga jangan memandang terlalu tinggi Asuransi Jiwa. Dengan demikian, Anda bisa memanfaatkan secara optimal Asuransi Jiwa.

Di bawah ini adalah 7 mitos yang berhubungan dengan Asuransi Jiwa.

Mitos 1: Asuransi Jiwa mendatangkan Keuntungan secara Finansial

Ini adalah salah satu mitos yang paling banyak melingkupi Asuransi Jiwa. Faktanya adalah Hasil terbaik dari Asuransi adalah Impas. Penjelasan dari pernyataan ini bisa dilihat pada artikel “Mengenal Risiko dalam Asuransi”.

Bagian yang mendatangkan keuntungan adalah tabungan untuk Asuransi Jiwa Whole Life dan Investasi untuk Asuransi Jiwa Unit link. Jadi ketika membeli Asuransi harus tetap berfokus pada proteksi yang diberikan, sedangkan tabungan atau investasi hanyalah tambahan saja. Anda bisa menabung dan melakukan investasi sendiri tanpa melalui asuransi.

Mitos 2: Asuransi Jiwa diperuntukkan untuk semua orang

Asuransi Jiwa tidak diperuntukkan untuk semua orang. Asuransi Jiwa hanya untuk orang yang sudah memiliki income dan memiliki tanggungan. Penjelasan lebih detilnya bisa dilihat pada artikel “Apakah semua Orang memerlukan Asuransi Jiwa?”.

Mitos 3: Asuransi Jiwa untuk orang yang sudah kaya raya

Asuransi Jiwa bukanlah untuk orang yang sudah makmur. Bahkan, Asuransi Jiwa sebenarnya adalah untuk orang yang akan mengalami kesulitan finansial ketika pencari kerja tidak ada. Jadi sebenarnya, Asuransi Jiwa untuk orang yang belum kaya raya. Biasanya, orang yang kaya raya sudah tidak lagi memerlukan Asuransi Jiwa karena sudah bisa memproteksi dirinya sendiri dengan kekayaan yang mereka miliki.

Penjelasan lebih detilnya bisa dilihat pada artikel “Apakah semua Orang memerlukan Asuransi Jiwa?”

Mitos 4: Uang Pertanggungan yang baik adalah sebesar mungkin

Dengan memiliki Uang Pertanggungan sebesar mungkin, banyak orang berpikir mereka sudah memiliki proteksi yang terbaik. Kenyataannya tidaklah demikian. Proteksi yang benar adalah yang sesuai. Proteksi diibaratkan dengan bungkus. Bungkus dari suatu barang harus disesuaikan dengan barangnya. Pensil hanya perlu bungkus kecil, sedang Televisi perlu bungkus besar. Ingan Fungsi Bungkus adalah hanya untuk melindungi barang.

Mengambil Asuransi Jiwa dengan UP yang besar hanya akan membuang uang saja karena sebetulnya tidak terlalu diperlukan.

Penjelasan lebih lanjut tentang cara menghitung UP bisa dilihat pada artikel “Berapa sebenarnya besar Uang Pertanggungan yang harus Anda miliki?”

Mitos 5: Uang Pertanggungan yang baik adalah sekecil mungkin

Dengan memiliki Uang Pertanggungan sekecil mungkin sebenarnya Anda tidak akan memiliki proteksi yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Biasanya mitos ini dihubungan dengan mitos ke 1. Agen menyarankan untuk memasukkan sebagian besar dana ke investasi supaya hasil investasi maksimal dan hanya mengambil UP sekecil mungkin. Anda harus ingat, ketika membeli Asuransi Jiwa yang penting adalah proteksi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan Anda.

Penjelasan lebih lanjut tentang cara menghitung UP bisa dilihat pada artikel “Berapa sebenarnya besar Uang Pertanggungan yang harus Anda miliki?”

Mitos 6: Masa Proteksi Asuransi Jiwa harus selama mungkin

Masa Proteksi yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan. Masa proteksi yang terlalu pendek akan membuat perlindungan Anda menjadi tidak maksimal. Sedangkan, masa perlindungan yang terlalu panjang akan membuat Anda membayar premi yang sebetulnya tidak perlu Anda keluarkan.

Penjelasan lebih lanjut tentang cara menentukan masa proteksi bisa dilihat pada artikel “Berapa lama masa proteksi Asuransi Jiwa yang harus saya pilih?”

Mitos 7: Asuransi dalam Perencanaan Keuangan ibarat pondasi untuk rumah

Asuransi Jiwa sama sekali bukan seperti pondasi, karena semua rumah memerlukan pondasi. Kenyataannya, banyak orang yang sudah mampu memproteksi diri mereka sendiri sehingga tidak memerlukan bantuan proteksi dari perusahaan Asuransi.

Asuransi Jiwa sama seperti pagar, yang melindungi suatu rumah. Pagar memang diperlukan tetapi tidak semua rumah harus memiliki pagar. Demikian juga dengan Asuransi Jiwa yang memiliki banyak manfaat, tetapi tidak semua orang memerlukan perlindungan Asuransi Jiwa.

TINGGALKAN KOMENTAR