Rofahan harus menelan ludah. Uang puluhan jutanya yang digelontorkan kepada biro perjalanan umrah Mustaqbal pada 2016 lalu tak jelas kabarnya. Ini menyebabkan istri dan mertuanya tak kunjung diberangkatkan umrah.
Rofahan adalah salah satu dari korban penipuan biro perjalanan umrah yang dilakukan Mustaqbal Prima Wisata. Ia bersama korban lainnya, Suwardi, kini tengah menuntut kejelasan pengembalian uang puluhan juta yang pernah mereka setorkan untuk mengikuti perjalanan umrah.

Namun jadwal keberangkatan umrah itu diundur terus menerus, hingga kini Rofahan dan keluarga hanya gigit jari. Sampai pertengahan 2017, Mustaqbal tak kunjung menepati janji.
Awalnya, Rofahan tak berniat melaporkan kasus penipuan tersebut kepada pihak berwajib. “Awalnya berpikir mungkin bisa ditempuh secara kekeluargaan,” katanya. Ia juga khawatir jika melapor justru dirinya malah kesusahan di kemudian hari untuk menuntut pengembalian duit.
Namun, sejumlah pemberitaan media massa tentang tuntutan korban terhadap beberapa biro perjalanan umrah yang telah lebih dulu muncul mendorongnya untuk ikut melaporkan apa yang dialaminya kepada polisi. Ia pun melaporkan kasus tersebut kepada Kepolisian Sektor Seltim Kota Cirebon.
Hasil dari laporan tersebut, pihak kepolisian berhasil meringkus pemilik Mustaqbal, ILF, yang kini diketahui telah mendekam di tahanan Polsek Seltim. Meski begitu, bukan berarti kabar tentang duit puluhan juta itu bertemu titik terang. Sampai saat ini Rofahan masih belum tahu kejelasan soal pengembalian duitnya.
Sebelas duabelas dengan Rofahan, korban lainnya, Suwardi bersama istrinya telah menyetorkan duit puluhan juta pada Mustaqbal. Bahkan, penyetoran itu dilakukan Suwardi sebanyak dua kali. Setoran pertama Rp35 juta dibayarkan pada Maret 2017, dan setoran kedua dibayarkan pada Mei 2017 sebesar Rp23,2 juta.
Suwardi dan istri dijanjikan berangkat umrah pada Mei 2017 lalu. Serupa dengan Rofahan, janji itu tak juga ditepati.
Meski duit puluhan juta itu sudah lenyap dari kantong, tapi Rofahan dan Suwardi tetap berharap agar duit itu kembali. “Kami menuntut agar uang kami bisa kembali,” kata Suwardi
Sumber : https://www.detikepri.com/01/04/2018/3094/puluhan-korban-mustaqbal-prima-wisata-tak-jadi-umroh




