Kami berhasil mendapatkan pengalaman dari pengguna Internet lain mengenai penipuan kartu kredit dengan iming-iming kartu diskon/voucher hotel. Berikut adalah pengalaman yang kami ambil dari sini.
Saya ingin berbagi pengalaman tentang percobaan penipuan kartu kredit yang menimpa saya tanggal 16 Januari 2015 di Bandung. Berikut ceritanya….
Seseorang yang mengaku bernama Chyntia dari penyedia layanan kartu kredit “Visa Mastercard” dengan nomor +62 21 75818498 menghubungi nomor HP saya pada tanggal 16 Januari 2015 pukul 14:25. Si penelpon menyampaikan informasi bahwa saya direkomendasikan penyedia layanan kartu kredit yang saya gunakan karena dianggap sebagai nasabah yang tidak memiliki ‘cacat perbankan’. Oleh sebab itu saya berhak mendapatkan reward berupa kartu diskon yang dapat digunakan di banyak merchant-merchant di seluruh Indonesia dan tujuh lembar voucher hotel untuk menginap selama 4 hari untuk 2 orang di beberapa kota besar seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Bali, dll.
Namun, khusus untuk kartu diskon agar bisa digunakan, ada fee yang harus dibayar! Mba Chyntia bilang besaran fee-nya adalah 4.970.000 per 5 tahun, tapi karena sedang ada promo maka biaya ini menjadi 4.970.000 untuk seumur hidup. Biaya ini bisa dicicil sesuai kemampuan dan pembayaran dapat dilakukan sampai akhir februari ini. Kalau kartu diskon ini tidak digunakan maka tidak ada pembayaran sedikitpun, tapi khusus voucher hotel tetap menjadi hak saya.
Dari penjelasan panjang lebar tersebut, saya mulai tertarik, paling tidak untuk voucher hotelnya karena katanya saya tetap mendapatkan voucher hotel meskipun saya tidak menggunakan kartu diskon itu. Saya beberapa kali mengkonfirmasi pernyataan ini (kalau tidak salah dua kali selama pembicaraan itu) untuk memastikan kebenarannya.
Singkat cerita, Mba Chyntia ini bermaksud akan mengantarkan kartu diskon dan voucher hotel hari ini juga, kemudian Mba Chyntia mengkonfirmasi beberapa data pribadi saya seperti tanggal lahir dengan tepat. Karena saya menginginkan kurirnya datang ke kantor saya, Mba Chyntia juga berhasil menyebutkan alamat kantor saya, lagi-lagi data yang disebutkan tepat sekali. Sampai disini saya makin percaya tawaran menarik ini bukan penipuan. Akhirnya percakapan selama 8 menit 51 detik ini berakhir.
Beberapa menit kemudian tepatnya pukul 15:06 saya kembali mendapatkan panggilan masuk dari nomor +62 21 72787463 mengaku dari perusahaan yang sama, isi pembicaraannya kurang lebih mengkonfirmasi apakah saya ditelpon oleh stafnya bernama Chyntia. Saya tentu mengiyakan pertanyaan tersebut. Setelah itu, penelepon ini menjelaskan kembali reward yang didapatkan sama persis seperti penjelasan Mba Chyntia. Kejanggalan mulai terjadi disini, si penelepon kedua ini menyampaikan ketika kurirnya datang akan ada penggesekan kartu kredit sebagai proses registrasi dan pengaktifan reward. Saya mengiyakan semua penjelasan tersebut. Sampai akhirnya telepon kedua ditutup, pembicaraan ini lebih singkat, sekitar 3 menit.
Kecurigaan saya langsung muncul, kemudian saya googling siapa tahu ada kejadian yang sama yang dialami orang-orang. Hasilnya ternyata cukup banyak yang menjadi korban dan sebagian yang lain hampir menjadi korban. Dari informasi yang saya dapat dari internet tersebut saya memastikan bahwa ini jelas penipuan. Setelah itu saya mulai berpikir apa yang sebaiknya saya lakukan ketika kurir itu datang?
Setelah menunggu sekitar 40 menit, akhirnya si kurir datang juga. Berikut percakapan saya dengan si kurir:
Kurir: “Selamat sore pak. Saya dari PT. xxxxx”. (saya ga bisa menangkap jelas, yang pasti nama perusahaan yang disebutkan beda dengan yang disebutkan di telepon)
Saya: “Oo dari kartu kredit itu ya Pak?”.
Kurir: “Iya Betul. Untuk paketnya udah dijelasin ya Pak?”.
Saya: “Sudah.. sudah”.
Kurir: “Biayanya juga dijelasin ya Pak? 4.970.000”.
Saya: “Iya.. iya. Emangnya bayar diawal ya Pak?”
Kurir: “Pembayaran bisa nanti, satu bulan ke depan. Tapi untuk penandaanya mulai hari ini”.
Saya: “Penandaan itu apa maksudnya”.
Kurir: “Proses registrasi dari kami”.
Saya: “Caranya gimana?”.
Kurir: “Dengan penggesekan kartu kredit Bapak”.
Saya: “Sebelum registrasi dilakukan, boleh lihat KTPnya? Tadi soalnya disuruh customer service yang nelpon untuk copy KTP kurirnya”. (padahal saya bohong, hehe)
(Si Kurir kelihatan mulai bingung )
Kurir: Oo gitu yaa.. boleh pak. Tapi kalo foto copy KTP saya juga ada
Saya: Oo.. gitu. Gak apa-apa sih Pak. Kita ada mesin foto copy.
(Kemudian saya pergi ke mesin foto copy sebentar)
Saya: Ini pak KTPnya. Tapi tadi ga minta pembayaran di awal loh, soalnya kartu kreditnya juga ga dibawa. (saya bohong lagi :p)
Kurir: Oo ga dibawa. Kalo gitu paling besok atau senin aja ya?
Saya: Besok saya libur mas.
Kurir: Ya udah senin saja, soalnya kalo ga diregistrasi dulu kartu sama vouchernya ga bisa dipake,
Saya: Ooh jadi harus digesek dulu kartu kreditnya?
Kurir: iyyaa..
Saya: Ok, tapi telpon saya dulu ya takutnya saya ke luar kota
Kurir: Ok Pak. Terima kasih.
(Akhirnya kurirnya pergi, mudah-mudahan senin datang lagi, belum puas ngerjain :p)
Point penting dalam kejadian ini:
- Hati hati dengan tawaran ‘wah’ yang mengatasnamakan penyedia kartu kredit.
- Saya menyayangkan data-data pribadi nasabah bisa diketahui oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kemungkinan ada oknum bank yang memang menjual data-data nasabah. Adakah yang bisa menjamin kerahasiaan data nasabah?😦




