Pengalaman kali ini kami dapatkan dari sebuah situs web bernama Speedytown. Modusnya sama dengan penipuan-penipuan kartu diskon lainnya dimana sang korban diminta untuk membayar di muka. Kami menyediakan ceritanya untuk Anda. Untuk lanjutnya, Anda juga dapat mengakses sumber artikel.
Semoga dari artikel yang saya berikan ini bisa membuat anda berhati-hati terhadap penipuan yang dilakukan oleh pihak tertentu yang mengaku dari bank atau rekanan bank ataupun rekanan kartu kredit visa/mastercard. Ini pengalaman yg nyata terjadi pada saya.
Entah dari mana tapi saya yakin bahwa ada pembocoran data dilakukan internal pihak bank penerbit kartu kredit visa platinum. Sebulan setelah kartu kredit berjenis visa saya aktif, ada telemarketer yg langsung menghubungi saya. Tanpa prasangka, saya mengira bahwa sang telemarketer tersebut memang diutus bank bersangkutan ataupun memang rekanan resmi yg ditunjuk bank untuk melakukan penawaran fasilitas2 yg mereka promosikan.
Di awal pembukaan pembicaraan saja kita sudah diarahkan untuk percaya bahwa mereka memang diutus oleh bank penerbit credit card. Bunyi sambutannya seperti ini: “Selamat kepada bapak XXXX atas kartu kredit visa platinum yang…. dll”. Artinya memang data credit card kita sudah dijual oleh pihak penerbit kartu kredit kepada pihak ketiga.
Kejadian itu terjadi pada bulan September 2014 di mana penawaran tersebut saya tolak dengan alasan memang tidak membutuhkan penawaran kartu diskon yang mereka berikan.
Tetapi apesnya pada penawaran kedua mereka pada awal September 2015 ini saya terjebak dengan mulut manis dan janji manis berbagai fasilitas diskon tiket pesawat, hotel-hotel dan merchant-merchant yang saya duga bonafid (karena di pikiran saya mereka memang rekanan visa).
FYI: Untuk tahun ini memang saya sering melakukan perjalanan ke luar kota sehingga saya rasa tidak ada ruginya pegang kartu diskon apalagi janji mereka berikan max 60% diskon berlaku 10 tahun, apalagi cicilan bisa sampai 60x.
Setelah deal dengan telemarketer, 2 hari setelahnya saya ditelpon oleh bagian pengantaran kartu diskon dan katalog-katalog berisi daftar nama toko, hotel dan taman bermain anak-anak, tempat karaoke yang menyediakan fasilitas diskon. Perlu diketahui, awalnya saya tidak tahu kalau mayoritas penawaran diskonnya adalah ke tempat-tempat wisata anak-anak yang mendominasi (kalau awalnya tahu seperti itu, detik itu juga saya putuskan untuk tidak deal).
Setelah petugas lapangan sampai, mesin EDC dikeluarkan, kartu kredit saya diminta dan saya tidak ada kecurigaan apapun. Total dana yang harus saya siapkan di actual balance saya 1,95juta. Saya pikir mereka akan mencharge hanya Rp 1,950,000 / 60 = Rp 32,500. Ternyata seluruh 1,950,000 langsung dipotong. Bagi saya okelah, mungkin nanti cicilan bisa dirundingkan kembali ke pihak bank.
Setelah semuanya transaksi deal, kemudian baru saya buka brosur dan booklet yg diberikan. Dari situ saya sudah mulai curiga, nampaknya mereka tidak ada kerjasama dengan pihak bank penerbit kartu kredit.
Dari desain booklet, apalagi setelah saya cek ke website yang direfer di booklet, ternyata desain websitenya benar-benar amatiran. Nama domain websitenya sengaja disamarkan mempunyai nama “xxxxxxxxxxx-platinum.com”.
Saya nilai, isi websitenya lebih buruk daripada desain blog ini 10 lipat. Dari sana bertambah jengkel dengan penipuan tersebut. Belum lagi ternyata pemberi diskon tersebut adalah perusahaan furniture. Gila ga saudara-saudara? Perusahaannya juga sangat konvensional berada di kawasan Tangerang.
Akhirnya saya putuskan untuk menelpon bank di mana kartu kredit saya pakai untuk gesek untuk batalkan transaksi tersebut dan saya sedang mempertimbangkan menggunakan jalur hukum untuk mengembalikan dana 1,950,000 yang telah dipotong.
Janji 60x cicilan yg semula mereka tawarkan ternyata juga hanya omong kosong. Saya sudah tanyakan ke customer service bank pemberi kredit, katanya maksimal hanya 12x cicilan. Sembari lakukan investigasi dan gunakan jalur hukum, saya meminta pihak bank untuk memecahnya menjadi 12x cicilan saja.
Di samping sedang melakukan proses pembatalan transaksi, saya juga sedang meminta pihak mereka bertanggung jawab atas pembocoran data kartu kredit visa platinum saya. Ternyata dalih pihak penipu tersebut telemarketer yg menghubungi saya tersebut adalah freelance dan sudah tidak masuk. Saudara-saudara bisa nilai sendiri bukan? Modus penipuannya sudah keliatan. Tapi saya tidak ambil pusing, pihak perusahaanlah yang harus bertanggungjawab, saya nggak peduli dengan dalih mereka untuk lepas tanggung jawab.
Langkah-langkah yang akan saya lakukan agar dana saya kembali:
1. Jika perusahaan penipuan kartu diskon tersebut tidak beritikad me-refund dana kembali, saya akan menulis dulu surat pembaca.
2. Jika masih tidak ada hasil, saya akan bikin BAP ke pihak kepolisian.
3. 2 hal yang harus kalian ketahui adalah: penawaran dari siapapun melalui cara telemarketing itu illegal, pembocoran data nasabah adalah perbuatan kriminal.
Saudara-saudara, pengalaman ini menjadi pelajaran mahal bagi saya. Menurut pihak bank, mereka tidak pernah bekerjasama dengan pihak manapun menggelar diskon melalui telemarketing.
Saya juga baru tahu bahwa penawaran melakukan telemarketing itu illegal dan merupakan tindakan pidana. Jadi jika ada pihak yang mengaku dari rekanan bank pemberi fasilitas kartu diskon dan segala tawaran manis, saya pastikan itu adalah tawaran sampah.
Mereka mencari nasabah yang lemah iman untuk dimanipulasi.




