IndexGb (Golden Bird), Investasi Tipuan Hasil Kolaborasi Singapura-Malaysia

IndexGb (Golden Bird), Investasi Tipuan Hasil Kolaborasi Singapura-Malaysia

431
0
SHARE

Index Golden Bird bisa jadi merupakan salah satu skema penipuan bisnis investasi di Indonesia yang menarik disimak. Bisnis bodong ini dikemas dengan tampilan menarik, membuka beberapa kantor cabang, serta presentasi yang sangat menarik dari member-membernya disertai janji-janji keuntungan yang membius banyak orang. Pesertanya bukan orang-orang pinggiran tetapi

kebanyakan orang berkelas dengan tampilan rapi dan wangi lho. Inikah fenomena kemakmuran yang tidak disertai kemampuan logika berpikir dan pengendalian nafsu? Entahlah, yang jelas tipuan bisnis semacam ini muncul sangat dalam aneka bentuk dan kemasan yang selalu menarik banyak korban.

Ceritanya, Golden Bird Group adalah sebuah bisnis yang berpusat di Singapura dan (lagi-lagi katanya) menjalankan bisnis emas batangan, industri sarang burung walet, dan pengembangan resort di Malaysia. Berbeda dengan bisnis legal lainnya yang menawarkan saham melalui bursa, bisnis ini malah mencari duit dengan mencari investor yang mau menanamkan duit dengan skema member-get member alias cari-cari anggota, dan janji-janji bonus seolah deviden. Para member dari berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, dan Taiwan ditawari saham pra-IPO (Initial Public Offering – Penawaran saham perdana). Golden Bird Group katanya akan IPO pada tahun 2017, jadi para member diberi hak istimewa untuk membeli saham terlebih dahulu dengan harga lebih murah.

Ceritanya lagi, IndexGB menyediakan 200 juta lembar saham yang ditawarkan kepada investor. Pada saat mulai ditawarkan tanggal 1 Februari 2012, setiap lebar saham pra-IPO Golden Bird ditawarkan US$ 0,5. Selanjutnya, setiap enam hari sekali dilakukan penyesuaian harga, makin lama makin mahal. Jadi member yang bergabung belakangan perlu menyediakan duit lebih banyak untuk membeli saham dengan jumlah yang sama sebelumnya.

Untuk memikat calon member, Golden Bird menyatakan bahwa pada saat IPO dilangsungkan tahun 2017 (sekitar 5 tahun setelah saham pra-IPO ditawarkan), harga per lembar sahamnya berpotensi telah naik menjadi US$ 5. Agar meyakinkan, Golden Bird dan para marketingnya mengaku bahwa valuasi tersebut didasarkan pada hasil perhitungan yang dilakukan Ernst & Young, sebuah firma akuntan ternama dunia.

“Duit yang dikumpulkan dari para investor ini lantas digunakan sebagai modal usaha unit-unit bisnis ini. Index Golden Bird sebagai bagian dari Golden Bird Group menawarkan saham perusahaan untuk membiayai proyek-proyek perusahaan,” kata Awang, tim Marketing Index Golden Bird yang beroperasi di Surabaya sebagaimana dilansir Kontan. Anehnya, IGB tidak juga menentukan akan listing di bursa mana. Alasannya, mereka masih mempertimbangkan bursa mana yang paling menguntungkan. “Yang jelas kami menargetkan akan IPO di China,” kata Awang.
Penjelasan yang seolah masuk akal ini menjadi basi. IndexGB tidaklah memiliki bisnis seperti yang dipaparkan dalam presentasi-presentasi para membernya.

Iming-iming untuk para Golden Bird masih banyak (dan seharusnya makin membuat waspada). Setiap investor dijanjikan dividen (pembagian keuntungan) yang dibagikan saban bulan. Nilainya naik turun tetapi tetap menggiurkan, antara US$ 3 sen per saham hingga US$ 5 sen per saham. Dalam industri yang normal, deviden biasanya dibagikan setahun sekali berdasarkan perhitungan keuntungan opreasi tahun sebelumnya, setelah disetujui dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Akan tetapi IGB bukanlah industri normal bukan?

Agar lebih ciamik lagi, Golden Bird memberi bonus bagi member yang bisa menarik member lainnya menyetor dana. Investor yang berhasil menjaring investor baru, bakal mendapat bonus 10% dari total dana yang ditanamkan investor baru. Tak heran jika banyak investor (walaupun sepertinya tidak layak disebut investor) yang beralih menjadi marketing lalu mendirikan kantor pemasaran di berbagai kota, seperti Surabaya, Makassar, Pekanbaru dll. Membernya pun dari beragam profesi, mulai ibu rumah tangga, PNS, karyawan, pengusaha, anggota TNI Polri, dokter, sampai selebriti.

Untuk memperlancar operasinya, Golden Bird membuat perusahaan perwakilan resmi di Indonesia yang bernama PT Burung Mas Indonesia. Izin-izinnya pun lengkap seperti TDP, SIUP dan NPWP (meskipun demikian patut dicatat bahwa dokumen-dokumen tersebut bukanlah tanda legalitas operasi suatu usaha). PT Burung Mas Indonesia berkantor di APL Tower, Central Park, Jakarta Barat. Belakangan setelah kedok IndexGB mulai terungkap bahwa bisnisnya sebetumya tipuan belaka dan sebetulnya hanya menjalankan ponzi (skema piramida), kantor tersebut tutup.

Jadi perlu diingat pula bahwa memiliki kantor bukan berarti bisnis tersebut benar-benar mentereng dan bonafid. Sejumlah member IndexGb pun mengaku tidak pernah tahu siapa sebenarnya tim manajemen di balik PT Burung Mas Indonesia. Mereka hanya berhubungan dengan para upline atau leader IndexGb saat akan menyetor duitnya.

Sejumlah member kini mempertanyakan nasib investasi mereka, tetapi tidak tahu kemana harus bertanya. Para upline/leader yang tadinya semangat berpresentasi dengan janji-janji manis, juga semakin susah ditemui. Jangankan berharap untung dalam IPO pada tahun 2017 mendatang, keberadaan bisnis emas, sarang walet, ataupun resort hanyalah bualan dari negeri dongeng yang kini tak terdengar lagi. Sayangnya, sejumlah besar masyarakat terbuai dan berharap semua angan indah itu menjadi kenyataan. Namanya juga bualan, ada-ada saja. Lain kali lebih waspada karena masih banyak modus-modus tawaran bisnis investasi bodong yang berkeliaran mengintai Anda. (MrT-SW)

Sumber : https://howmoneyindonesia.com/2014/06/10/indexgb-golden-bird-investasi-tipuan-hasil-kolaborasi-singapura-malaysia/

LEAVE A REPLY