Koperasi Cipaganti terus berupaya untuk mengambil jalan damai dari adanya kasus gagal bayar atas investasi di koperasi. Pada Kamis (3/7/2014) lalu, telah berlangsung rapat pembahasan kedua atas proposal perdamaian Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. Dalam kesempatan tersebut, koperasi telah berupaya untuk memasukkan beberapa masukan mitra guna menayangkan opsi-opsi lain serta menghadirkan Andianto Setiabudi pada persidangan.
Hakim dan pengurus PKPU juga mendesak agar Komite Investasi Mitra Usaha (KIMU) dapat segera dibentuk supaya proses perdamaian dan pelaksanaannya seperti audit dan appraisal segera dapat dilaksanakan. Kuasa hukum Koperasi Roy Emron mengatakan bahwa selama proses ini pihaknya telah menyambut baik masukan-masukan dari para mitra dan telah mempertimbangkan semuanya dengan hati-hati di dalam proposal perdamaian.
“Semuanya sudah ada dalam proposal perdamaian,” katanya di Jakarta, Jumat (4/7/2014).
Di samping itu, hakim pengawas menegaskan agar KIMU segera dapat dipilih dan dibentuk agar mitra usaha segera dapat memperoleh akses terhadap aset-aset yang dimiliki. Pasalnya, KIMU merupakan jembatan antara mitra usaha dan perusahaan baru yang akan membawahi aset-aset Cipaganti.
Juru Bicara Tim Restrukturisasi Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada Pribadi Agung mengatakan bahwa dalam skema restrukturisasi yang ditawarkan nantinya aset-aset yang dimiliki, termasuk CipagantiCipta Graha, akan dikumpulkan ke dalam perusahaan baru di mana perusahaan baru tersebut nantinya sekitar 99,9% sahamnya berada di bawah naungan Koperasi.
Investor atas produk investasi yang pernah diterbitkan oleh Koperasi selanjutnya akan menjadi mitra dari Koperasi atau anggota Koperasi.
“Nanti, kita juga akan membentuk Komite Investasi Mitra Usaha sebagai fungsi pengawas dari perusahaan baru yang akan terbentuk. Andianto mengakui ada kewajiban yang harus diselesaikan ke koperasi sekitar Rp 3,1 triliun,” jelasnya
Sementara itu, terkait dengan kinerja saham pasca-bos Cipaganti ditahan, kinerja saham perseroan di lantai bursa anjlok. Bahkan, saham sempat mencatat harga terendah yang jauh di bawah pencatatan saham perdana. Pada penutupan perdagangan hari ini saham Cipaganti Cipta Graha yang memilki ticker CPGT ditutup di angka Rp 59 rupiah per saham atau turun 9,23% dari sesi perdagangan sebelumnya.


