Asuransi Kesehatan sudah menjadi kebutuhan bagi umumnya masyarakat Indonesia. Pemerintah sudah menyiapkan layanan kesehatan BPJS, yang menurut saya sudah lebih dari cukup. Namun jika Anda ingin membeli Asuransi Kesehatan tambahan, perhatikan tujuh tip berikut ini.
1. Sesuaikan dengan Proteksi yang Anda butuhkan
Anda harus memilih sesuai dengan proteksi yang Anda butuhkan.
2. Periksa Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi
Tingkat kesehatan dari perusahaan asuransi dapat dilihat dari Risk Based Capital (RBC), yang sederhananya diartikan adalah perbandingan total asset perusahaan dibandingkan dengan resiko klaim. Pemerintah memberikan standard 120% untuk RBC. Semakin besar nilai RBC perusahaan asuransi, maka semakin sehat keuangan dari perusahaan tersebut.
3. Periksa Riwayat Pelayanan dari Perusahaan Asuransi
Anda juga dapat mencari informasi tentang pelayanan suatu perusahaan Asuransi dari mesin pencari internet atau media sosial. Banyak orang yang menuliskan pengalaman mereka ketika mereka kecewa atau puas. Atau, Anda juga bisa bertanya pada teman atau kerabat untuk menceritakan pengalaman pribadi mereka berhubungan dengan perusahaan Asuransi.
4. Cek Coverage dan Limitasi
Periksa limit per tindakan medis yang dimiliki? Atau apakah limit-nya menyeluruh? Tentu saja yang lebih fleksibel adalah limit yang dihitung secara menyeluruh.
5. Sistem Pembayaran
Apakah sistem pembayaran menggunakan Cashless atau mekanisme Reimbursement. Hal ini juga akan mempengaruhi keruwetan pembayaran.
6. Batasan Luar Negeri
Untuk yang sering bepergian ke luar negeri, check limitasi dari asuransi terhadap lokasi (Luar Negeri) ataupun batas waktu tinggal di luar negeri.
7. Cek Polis Asuransi
Sebelum membeli asuransi, cek terlebih dahulu polis asuransi. Pastikan bahwa semua yang ada di polis sesuai dengan keinginan Anda.



