Usianya belum genap 25 tahun, ketika Vincent menjajal peruntungannya di dunia usaha persepatuan. Awalnya, dia hanya fokus menjual produk sepatu sisa cuci gudang secara offline.
Ia keliling dari pasar ke pasar, hingga bazaar ke bazaar. Namun, semua upaya penjualan offline yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
“Alih-alih meraup keuntungan, dia justru rela merugi hanya demi mengambil kesempatan berjualan dengan langsung berinteraksi dengan konsumen,” tutur Vincent dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Minggu (15/8/2021).
Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang didirikan sejak 2016 itu, mulai menemui jalannya.
Shopatblow, bendera usaha yang ia geluti kini menjadi produsen sepatu wanita yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga mulai merambah pasar ekspor.
Dua tahun bergabung bersama Shopee dengan mengikuti berbagai program pembinaan usaha, bisnis rumahan Vincent mencatat pertumbuhan hingga 500 kali lipat sejak awal memulai bisnis online di lokapasar ternama itu.
Menurutnya, menggapai kesuksesan dalam usaha persepatuan wanita bukan keniscahyaan, karena ketika berada dalam keterpurukan, Vincent memutar otak dan mencari peluang usaha lainnya.
Salah satu yang dia lakukan yakni mulai menjajakan produknya di pasar online di salah satu startup unicorn di Indonesia yakni Shopee.
Shopee membuka peluang pasar yang lebih luas untuk usahanya. Hal itu tercermin dari lonjakan permintaan yang terjadi ketika Vincent mengikuti Kampanye Akhir Tahun Shopee pada 2019.
Ribuan pasang sepatu Shopatblow laris manis pada ajang tersebut. Hal itu menggelorakan semangatnya untuk bersiap mengembangkan usahanya.
Ia menyadari, salah satu cara untuk bisa menjaga kinerja usahanya dengan baik yaitu dengan mempersiapkan sumber daya yang kuat agar dapat memenuhi permintaan yang masuk.
Vincent kemudian memetakan sistem kerja agar lebih efisien. Beruntung, tim Shopee turut memberikan bimbingan hingga solusi atas kendala pengelolaan inventori dan gudang saat ia berangsur-angsur menambahkan jumlah karyawan dan pengrajin penuh waktu.
Bahkan, ketika terbentur situasi pandemi dan pembatasan mobilitas, Vincent kembali memutar otak untuk memastikan fasilitas penjualan yang memadai tersedia agar pesanan terus terpenuhi. Seluruh jerih payahnya mulai menunjukkan hasil. Saat ini, tercatat sebanyak 40.000 hingga 60.000 pasang sepatu wanita terjual setiap bulannya.
Mensejahterakan Karyawan
Vincent menyadari, keberhasilannya mengibarkan bendera Shopatblow bukanlah atas usaha dirinya saja. Namun, karyawan setia yang menemaninya sejak awal merintis usaha, juga memiliki peran yang sangat besar.
Dua orang karyawan setianya menjadi saksi bagaimana pabrik dan kantor Shopatblow berdiri. Kini, pabrik dan kantor tersebut menjadi rumah bagi lebih dari 180 karyawan dan pengrajin yang tersebar di lima daerah, yaitu Bogor, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Tangerang.
Vincent juga turut bahagia ketika karyawannya menceritakan tentang impian-impian mereka yang mulai tercapai karena menjadi bagian dari Shopatblow. Sebagian mengaku sedang mencicil mobil, rumah, hingga membeli tanah.
Hal itu menjadi dorongan baginya untuk terus maju dan punya ambisi dalam mengembangkan usaha. Baginya, kemerdekaan karyawan secara finansial adalah tonggak pencapaian penting dalam perjalanan panjang usahanya.
Selain karyawan, pertumbuhan bisnis Shopatblow juga didapat lantaran membuka ruang tumbuh bagi para pengusaha sepatu lainnya yang sedang membangun bisnis mereka.
Vincent mengatakan, terdapat dua dropshipper yang sudah menjadi pelanggan setia Shopatblow hingga sekarang.
Setiap bulan, kedua pengusaha dropship itu bisa memesan lebih dari 250 pasang sepatu. Ia bersyukur, keduanya turut mendulang kesuksesan di domisili masing-masing, yaitu Medan dan Tangerang.
Tak berpuas diri, Vincent terus berupaya agar Shopatblow mengepakkan sayapnya lebih lebar di pasar internasional.
Ia kemudian bergabung dengan Program Ekspor Shopee sejak pertengahan 2020. Dari mengikuti program itu, Vincent banyak belajar sembari mengimplementasikan ilmu yang ia dapat pada usahanya.
Alhasil, produk sepatu wanita Shopatblow kini berhasil menembus pasar Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand.
Dalam menjalankan usahanya, Vincent terinspirasi oleh salah satu merek lokal yang keberhasilannya patut diacungi jempol, yaitu Erigo. Vincent bermimpi bisa membawa merek lokal untuk dapat tumbuh dan merajai pasar dunia seperti Erigo.
Ia berharap, Shopatblow akan mampu berekspansi produk dan memiliki gudang sebesar Erigo.
Sebagai seorang pengusaha yang memulai dari bawah, Vincent berharap kisahnya juga dapat menginspirasi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia untuk dapat mencapai kesuksesan.
Menurutnya, menjajal penjualan di pasar online dapat membuka peluang yang lebih luas. Selain itu, tentu saja memikirkan strategi bisnis dan tak gentar menjalankan usahanya.



