Beri Bantuan, jangan abai apalagi memanfaatkan

927
0
BAGIKAN

Cara pandang kita terhadap orang “kecil” seringkali sangat tidak tepat. Selain meremehkan, kita juga ingin mengambil keuntungan dari mereka. Padahal, kita seharusnya berusaha untuk memberikan bantuan kepada mereka. Banyak di antara mereka yang berdagang hanya untuk sekedar bertahan hidup.
Di bawah ini adalah kisah yang saya dapatkan dari WAG. Sumber cerita ini tidak jelas, juga apakah ini merupakan kisah nyata atau hanya karangang. Namun, saya harap dapat mengubah cara pandang kita tentang memberikan bantuan.

Entah bagaimana logikanya… Seorang ibu-ibu kaya berbelanja, langkah kakinya terhenti di depan seorang penjual sayur mayur nan sederhana.
“Berapa harga satu ikat kangkung??..”
abang penjual kangkung menjawab:
“Seribu Rupiah.. saja Bu…!!”.

Si ibu kaya itu lalu berkata:
“3 ikat = Dua Ribu Rupiah Ya…??”.
“Wah, nggak dapat Bu…”. Jawab penjual kangkung.

“Ya udah, kalau gitu saya nggak jadi beli”. Kemudian si ibu kaya itu pergi dgn perlahan

Dengan wajah memelas, akhirnya si penjual kangkung itu berkata:
“Ya sudahlah bu… Ambillah..!!”.

Si perempuan kaya itu membeli dengan perasaan menang. Ia sangat bahagia.

Di lain waktu, ibu kaya itu makan di sebuah restoran mewah bersama keluarganya. Setelah selesai makan ia minta kwitansi pembayaran. Di sana tertulis 415 ribu.

Ibu itu mengeluarkan lembaran 100 ribu sebanyak 5 lembar, kemudian memberikannya kepada pelayan restoran yang membawa kwitansi, lalu ia berpesan:
“Kembaliannya ambil saja.. anggap sebagai uang tips!!”.

Hal seperti ini sering terjadi dalam masyarakat. Banyak manusia yang merasa hebat ketika bisa menekan orang lemah, tapi melunak dan segan kepada orang yang memang sudah berpenghasilan besar juga.
Ayo kita buat gerakan TIDAK menawar kepada penjual² sayuran atau makanan yang dijual oleh orang² kecil, terlebih kepada teman dan tetangga, bila harganya masih terbilang wajar. BERNIATLAH untuk membantu melalui kepedulian kita.

TINGGALKAN KOMENTAR