Investasi Waktu sebelum Investasi Uang

2463
0
BAGIKAN
Tanaman Singkong

“Saya mendapat tawaran sangat menggiurkan yang memberikan peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih dari 100%/tahun. Bahkan ada yang sampai 500% dalam 3 bulan. Investasi ini aman karena direkomendasikan oleh seorang perencana keuangan. Apa Bapak mau ikut masuk juga?” Salah seorang teman membuka pembicaraan dengan saya setelah dia ditawari untuk masuk ke dalam sebuah investasi agribisnis. Lebih lanjut, dia menjelaskan ada tiga peluang investasi yang ditawarkan, yaitu:

1. Investasi Singkong

Dengan investasi sebesar Rp 47,5 juta yang digunakan untuk sewa lahan satu hektare serta pembelian bibit, pupuk, pemeliharaan dan pegawai akan mendapatkan pengembalian investasi pada bulan ke-11 sebesar Rp 99 juta (lebih dari 100% /tahun).

2. Investasi Burung Puyuh

Dengan investasi sebesar Rp 12 juta untuk membeli 1000 burung termasuk bibit, pakan, obat, kandang, dokter dan pegawa investor akan mendapat pengembalian investasi pada bulan ke-3 sampai ke-14 sebesar Rp 10 juta/bulan (total 120 juta atau 1000% dalam kurun waktu 14 bulan)

3. Investasi Ayam Super

Dengan investasi sebesar Rp 19 juta, investor akan mendapat imbal hasil pada bulan ke-3 sebesar Rp 104 juta. (lebih dari 500% dalam kurun waktu hanya 3 bulan)

Apakah Anda akan tertarik menanggapi peluang bisnis yang seperti ini? Saya jelas tidak tertarik karena unsur penipuannya sangat jelas terlihat.

Pola penipuan seperti ini sudah pernah terjadi berulang kali di Indonesia dengan membawa sangat banyak korban. Namun, penipuan seperti ini masih saja akan terjadi di masa yang akan datang. Sifat manusia yang ingin cepat mendapatkan keuntungan dengan cara mudah membuat jenis penipuan seperti ini akan senantiasa ada.

Salah satu kasus penipuan berbasis agribisnis terbesar adalah kasus PT Qurnia Subur Alam Raya (QSAR) yang terjadi di tahun 1998 – 2002. Korban dari kasus ini yang melapor sekitar 7 ribu orang dengan kerugian sekitar Rp 500 milyar yang waktu itu nilainya mirip dengan 5 ton emas (sekitar Rp 2,5 triliun sekarang). Tahun 2001 QSAR sudah telat membayar investor dan akhirnya meledak pada Maret 2002, setelah 4 tahun beroperasi.

Oleh karena itu, kita harus menginvestasikan waktu kita untuk tiga hal di bawah ini sebelum menginvestasikan uang kita.

1. Potensi imbal hasil

Bandingkan potensi imbal hasil yang ditawarkan dengan peluang sejenis. Jika yang ditawarkan adalah investasi di burung puyuh, maka cari secara teori berapa seharusnya imbal hasil dari usaha di bidang burung puyuh.

2. Bertanya pada ahli agribisnis

Cari waktu untuk bertemu dengan orang yang memang berkecimpung di bidang agribisnis. Para pakar ini akan dengan cepat menemukan keanehan di dalam peluang bisnis agribisnis. Dengan sangat cepat dia akan menyatakan bahwa dalam sesuai pengalamannya tidak mungkin mendapatkan imbal hasil lebih dari 500% dalam waktu 3 bulan.

3. Jangan berharap pada perencana keuangan, pakailah akal sehat

Banyak belajar mengenai resiko dan peluang dari suatu skema investasi. Dengan demikian, akal sehat kita akan terasah dan kita tidak akan percaya buta dengan saran perencana keuangan. Ingat, perencana keuangan juga manusia sehingga seringkali juga ada agenda tersembunyi.

Dengan melakukan investasi waktu terlebih dahulu, kita akan meminimalkan kerugian ketika berinvestasi dengan uang.

TINGGALKAN KOMENTAR