8 Penyakit Trader Saham

1847
0
BAGIKAN
SebelumnyaBerikutnya

11 KURAP: Kurang Perencanaan

Kurang memiliki perencanaan trading., Sebaiknya sebalum trading, trader memiliki perencanaa, kapan masuk, kapan keluar (baik CL maupun TP), juga kapan nambah posisi. Serta berbagai hal untuk mengantisipasi kondisi pasar yang volatile.

1. KURAP: Kurang Perencanaan

22 KUDIS: Kurang Disiplin

Perencanaan sih sudah ada, harusnya buy on break 500, tapi udah beli di 450 karena kurang disiplin. Harusnya CL di 450 tapi ga tegaan CL

2. KUDIS: Kurang Disiplin

33 KADAS: Kadang Lupa StopLoss

Harusnya CL tapi ga tegaan, akhirnya malah turun lebih dalam. Cut loss adalah tindakan pengamanan terhadap kerugian lebih besar, Karena trader hebat menyadari dia tidak mampu memprediksi kedalaman suatu saham jika turun.

3. KADAS: Kadang Lupa StopLoss

44 KUSTA: Kurang Sabar Tunggu Aba – Aba

Mau untung cepat, sehingga menjadi kurang sabar.

Trader hebat seperti sniper. dia tidak sembarangan menembak, tapi menunggu kondisi yang pas, baru melancarkan serangan.

Seperti petinju yang tidak sembarangan memukul tetap pukulan maupun serangannya berfokus sehingga JITU.

4. KUSTA: Kurang Sabar Tunggu Aba – Aba

55 EKSIM: Emosi Eksis Melulu

Kata Master, emosi adalah musuh utama trader. Orang yang bisa mengendalikan diri, melebihi pahlawan. Begitupun trader hebat, mampu mengendalikan diri. Tahu kapan harus stop / istirahat trading untuk memulihkan emosi, dan tahu kapan harus masuk lagi ke pasar saham.

5. EKSIM: Emosi Eksis Melulu

66 PANU: Pengen Banget Cari Cuan

Alias GREED, rakus akhirnya bukan untung malah buntung (trader harus stabil emosinya ga boleh greed atau fear, gunakan money management yang baik). Trader hebat tidak greed / rakus. Dia menikmati proses mencari keuntungan dan tidak berfokus pada untung yang fantastis, melainkan konsisten.

6. PANU: Pengen Banget Cari Cuan

77 KORENG: Koleksi Gorengan

Memiliki gorengan tidak salah, namun harus lebih waspada karena volatilitas lebih tinggi.

7. KORENG: Koleksi Gorengan

88 CAMPAK: Cinta Sama Pakar

Tidak masalah mengikuti seorang pakar, namun setiap trader/investor bertanggung jawab atas transaksinya sendiri. Pakar juga manusia yang bisa salah.

8. CAMPAK: Cinta Sama Pakar
SebelumnyaBerikutnya

TINGGALKAN KOMENTAR