Talk Fusion, Iming-imingi Mobil Lamborghini

Talk Fusion, Iming-imingi Mobil Lamborghini

681
0
SHARE

SURABAYA PAGI, Surabaya Dua hari, sejak Selasa (31/1/2017) dan Rabu (1/2/2017) kemarin, Surabaya Pagi menurunkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan keterangan resmi, bahwa ada 80 perusahaan investasi yang dianggap illegal. Dari daftar 80 perusahaan yang ditetapkan OJK, salah satunya termasuk Talk Fusion, yang berada di peringkat 72. Beberapa orang baik yang pernah menjadi korban atau yang pernah bersinggungan dengan sebuah bisnis mirip Multi Level Marketing (MLM) yang ditengarai sebagai Money Game, menghubungi redaksi Surabaya Pagi. Mereka menyebut bahwa bisnis Talk Fusion, kini, memang dikenal selalu bergerak bebas, bahkan sudah mencapai Indonesia Timur. Mereka diiming-iming, bisa balik modal tiga bulan dengan hadiah mobil mewah setipe Lamborghini, Ferrari hingga BMW, dan berlibur ke luar negeri.

Salah satu pria yang mendatangi Tim Surabaya Pagi, Rabu (1/2/2017) kemarin di sebuah mall di Surabaya Barat, menjelaskan bahwa skema bisnis yang ditawarkan sudah menyerupai MLM, dengan harus mengajak beberapa pengikut-pengikut, agar bisnis yang dikembangkan bisa berkembang.

Bisnis Talk Fusion sendiri berbasis teknologi video. Bahkan tak tanggung-tanggung, Talk Fusion pernah membuat acara besar-besaran di Convention Hall Grand City, sekitar bulan September 2016 lalu, dengan menghadirkan CEO dari Amerika Serikat, Bob Reina.

Seorang pria, berinisial IS ini menceritakan, bahwa dirinya saat ini sudah tidak melanjutkan bisnis yang ditawarkan Talk Fusion. Apa yang dijanjikan memang besar dan membuat orang tergiur. Kalau tergiur dan gelap mata, bisa-bisa, uang habis disini. Tapi kenyataannya, masih belum (hasil), cerita IS sembari menunjukkan beberapa foto kegiatan selama mengikuti Talk Fusion, kepada Surabaya Pagi, Rabu (1/2/2017) 

Selalu Berpindah-pindah
IS sendiri mengakui, Talk Fusion di Surabaya ini memang sering berpindah-pindah. Mereka lebih fleksibel menawarkan ke calon member di beberapa tempat makan yang representatif. Kadang di Lenmarc, kadang di Starbucks, kadang juga di Sutos. Kadang juga sewa hotel budget, kenangnya.

Menurut IS, cara team leader untuk menawarkan Talk Fusion itu sedikit memaksa dan berkali-kali didatangi. Yah namanya mereka ingin cepet kaya. Jadi yah maksa terus, cetusnya. Beruntung, IS tidak masuk menjadi member.

Sementara, terpisah, Rabu (1/2/2017) kemarin, satu pria yang menjadi wiraswasta juga sempat menceritakan bahwa dirinya juga hampir menjadi korban. KH, pria berusia 33 tahun, menceritakan, bahwa saat itu, dirinya mendapat tawaran dari salah satu ibu-ibu yang menawarkan Talk Fusion. Saat itu, ibu-ibu ini, sebut saja ET, menawarkan untuk bergabung dalam bisnis baru. ET saat itu juga mengajak beberapa rekannya dengan mengundang sejumlah calon klien dan mereka sudah dipisah-pisah di beberapa meja di sebuah kedai kopi ternama yang berada di Ciputra World Surabaya.

Gini, mas, masnya khan tau bagaimana perkembangan teknologi sekarang. Nah, apalagi kalo masnya punya bisnis khan. Coba pakai ini, ini bisa juga video email, live broadcasting, video blog sampai bisa video newsletter dan social networking secara bersamaan. Mudah khan? Ini sangat cocok untuk bisnisnya mas. Pokoknya gak rugi deh. Coba deh ini, cerita KH, menceritakan panjang lebar kepada Surabaya Pagi, bagaimana saat itu, ibu ET getol menunjukkan konsepnya.

Selain itu cara-cara untuk meyakinkan agar calon klien, ikut bergabung, biasanya, dalam bisnis Talk Fusionini, selalu mengajak seseorang yang sudah bergabung dan menunjukkan bukti transfer rekening masuk dari keikutsertaan di Talk Fusion. Bahkan saat itu, KH juga sempat ditunjukkan salah satu downline dari ET, yang tak lain anak ET sendiri. ET menawarkan sejumlah beberapa paket member untuk bergabung. 

Dipatok 700 Dolar
Untuk bergabung, alias joining fee, Talk Fusion mematok $700an (sekitar Rp 8,4 juta dengan nilai kurs Rp 12 ribu per dollar AS) untuk produk-produk yang tidak senilai bahkan 10 persennya. Selain itu bila tertarik, bisa mengupgrade lebih dalam dengan membayar sekitar Rp 17 juta dan bahkan mencapai Rp 30 juta. Menurut ET, hal itu otomatis bisa memudahkan downline binarynya dengan member get member. Seharga itu, ET menjelaskan bisa mendapatkan seluruh fasilitas yang ada di Talk Fusion

Murah banget, dan pasti bisa mendapat keuntungan tiap bulannya. Kalau masnya bisa mendapat member lagi. Nanti ditempat di kiri dan di kanannya. Sapa tau bisa langsung close (menutup semua member) dan dapat mobil BMW dan jalan-jalan ke Hawai, kata KH, yang terus dirayu ET. Namun, ET menambahkan, selain pembayaran tadi, juga akan ditagih biaya bulanan sebesar $20 per bulan.

KH menceritakan, selama proses penawaran, ET yang mengajak anak dan teman-temannya, gencar dan sedikit memaksa. Bahkan, ET rela meminjami kartu kreditnya untuk membantu KH closing join member saat hari itu juga. Aku saat itu dipaksa aja. Memang aku niat pake kartu kreditku yang sudah habis limitnya. Pengen ngetes. Ehh, ngerasa declined, dia maksa banget pake pinjemin kartu kreditnya. Aku sih beralasan mau konsultasi sama istriku, jelas KH. Meski sudah lepas dari rayuan saat itu, model Talk Fusion ini selalu gencar untuk terus melakukan pencarian member.

Apakah sudah ada yang mendapat korban? Dari penelusuran tim Surabaya Pagi, ternyata ada beberapa yang merasa rugi bergabung dengan Talk Fusion. Namun sayangnya, hingga kini masih belum ada yang berani melapor ke pihak kepolisian.

Team Leader Surabaya Menghindar
Sementara, Surabaya Pagi yang mendapat informasi, bahwa salah satu team leader Talk Fusion di Surabaya, bernama Ir. HM, yang juga mantan Pejabat Pemkot Surabaya. Namun sayang, HM saat dikonfirmasi di nomor telepon 0811307719, sejak Rabu (1/2/2017) sore pukul 17:12 WIB hingga Rabu malam seolah-olah menghindar.

Wartawan Surabaya Pagi mencoba menghubungi HM, melalui ponselnya, hingga lima kali, mulai pukul 17.12, 17.13, 17.28, 17.32, 17.52 WIB, tak diangkat. Terdengar suara sambungan, namun tiap satu kali bunyi langsung direject. 

Tak sampai disitu, Surabaya Pagi juga mencoba menghubungi melalui pesan WhatsApp di nomor 0811307719, juga tak direspon, meski pesan sudah terkirim dan dibaca. Selamat mlm pak. Mohon ijin saya Firman dari Surabaya Pagi. mau konfirmasi terkait bagaimana perkembangan Talk Fusion saat ini? Dan bagaimana sikap njenengan ketika apa yang dikatakan OJK bahwa Talk Fusion itu masuk investasi bodong. Terima kasih, isi pesan singkat itu. Namun hingga pukul 20:30 WIB, HM tidak menjawab. Kemudian pukul 19.56 dan 19.58, Surabaya Pagi kembali menghubungi nomor yang sama nomor tersebut sudah tidak dapat ditelpon, nada pesan nomor tidak dapat dihubungi.

Seperti diketahui, Talk Fusion sendiri masuk dalam 80 perusahaan investasi tanpa izin yang dikeluarkan dan ditetapkan oleh OJK. Data tersebut telah ditetapkan OJK setelah menerima 801 informasi dan pertanyaan dari masyarakat sepanjang 2013 hingga 2016.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, sejak beroperasinya layanan Financial Customer Care (FCC) pada 2013-2016, sudah masuk 801 informasi dan pertanyaan dari masyarakat mengenai 484 perusahaan yang diduga melakukan kegiatan investasi bodong. “Sebanyak 484 perusahaan ini diduga melakukan kegiatan investasi yang tidak jelas aspek legalitasnya serta tidak berada di bawah pengawasan OJK,” tegasnya.

“Ada 80 perusahaan yang benar-benar tidak jelas izinnya. Ini daftarnya sudah kami upload di Investor Alert Portal (IAP) yakni sikapiuangmu.ojk.go.id supaya memudahkan masyarakat melihat sehingga bisa mencegah kerugian investor,” jelas dia.

Sumber : http://www.surabayapagi.com/read/149714/2017/02/02/Talk_Fusion,_Iming-imingi_Mobil_Lamborghini.html

LEAVE A REPLY