Korban Investasi Al-Amanah Diberi Cek Kosong

Korban Investasi Al-Amanah Diberi Cek Kosong

911
0
SHARE

Polisi terus menyelidiki bisnis investasi fiktif yang diduga dilakukan perusahaan Al-Amanah. Salah seorang korban bernama Ravin Prayitno melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya pada 29 Juni 2012.

Dalam laporannya, Ravin merasa tertipu setelah menuntut pengembalian uang dan ternyata hanya diberi cek kosong. Peristiwa tersebut terjadi pada 14 April 2012 di Bekasi. Ravin kemudian melaporkan Much Soleh Suadi selaku pimpinan bisnis model ini.

“Awalnya pelapor menginvestasikan uangnya secara bertahap hingga sampai Rp 1,14 miliar,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (8/8/2012) di Mapolda Metro Jaya.

Tawaran keuntungan hingga 200 persen itu membuat korban tergiur. Investasi miliaran rupiah tersebut, kata Rikwanto, disetorkan korban kepada konsorsium Andalas Mandiri. Konsorsium itu diduga masih dalam jaringan bisnis Al-Amanah.

“Namun, jangankan keuntungan yang didapat, di saat pelapor menarik investasinya, pihak terlapor justru memberikan satu lembar cek senilai Rp 500 juta dengan cek BNI CZ577599. Tetapi, ketika dikliring oleh pelapor, ternyata ditolak, tidak ada uangnya,” kata Rikwanto.

Dari situ, korban pun yakin sudah ditipu oleh bisnis Suadi dan akhirnya melapor ke Polda Metro Jaya. Rikwanto mengatakan, saat ini hanya ada satu korban yang resmi melaporkan kasus tersebut. Adapun korban lainnya hanya menjadi saksi.

Dalam kasus-kasus penipuan berkedok investasi ini, banyak korban yang enggan melapor karena takut uangnya hilang jika kasus ini dibawa ke kepolisian. Rikwanto mengatakan, para korban umumnya masih berharap suatu waktu pelaku datang dan mengembalikan lagi uangnya. Masalahnya, keberadaan pelaku hingga kini masih belum jelas.

Pada Selasa (7/8/2012), belasan investor Al-Amanah mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan kelanjutan proses hukum kasus ini. Salah satu korban, yakni perempuan berinisial K, mengatakan bahwa bisnis investasi yang ditawarkan Al-Amanah sangat menggiurkan karena menjanjikan keuntungan per bulan hingga 200 persen dari nilai investasi. “Mereka menawarkan ini melalui Facebook dan situs resmi mereka. Tawaran keuntungan 200 persen ini yang bikin kita mau join,” ujar K.

Selain paket investasi reguler, Al-Amanah juga menawarkan investasi khusus untuk mendapatkan rumah, naik haji, mobil, hingga keliling dunia hanya dengan menyetorkan uang Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. K mengaku para investor memang tidak pernah diberitahu bagaimana perusahaan itu akan memutar uang investor. Pasalnya, tidak ada produk yang dijual dari bisnis ini. “Tapi kita percaya. Saya sendiri percaya karena pas awal saya setor Rp 10 juta, bulan besoknya saya dapat Rp 30 juta,” ucap K. Pembayaran biasa dilakukan melalui transfer ke rekening konsorsium masing-masing. Konsorsium ini berperan layaknya up-line dalam sistem jaringan multi level marketing (MLM).

Keyakinan investor semakin menguat karena Al-Amanah sering mengadakan pertemuan antarinvestor di Bandung dan Denpasar yang juga dihadiri Suhaidi. Namun, kecurigaan K mulai timbul sejak Maret 2012. Sejak itu, K tidak lagi mendapatkan transfer uang dari perusahaan tersebut. Hal serupa juga dialami ratusan orang lainnya. Para korban sempat mendatangi kantor Al-Amanah di Bandung, tetapi kantor itu sudah tidak ada. Para konsorsium mengaku tidak bisa lagi membayar karena Suhaidi tidak pernah mengirimkan uang.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/08/08/17004118/korban.investasi.al-amanah.diberi.cek.kosong

LEAVE A REPLY