Korban biro umrah H2O melapor ke Bareskrim

Korban biro umrah H2O melapor ke Bareskrim

352
0
SHARE

Kasus penipuan mirip First Travel kembali muncul. Kali ini diduga dilakukan pengelola biro perjalanan umrah dan haji berkedok investasi, PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O). Rabu (6/9), perwakilan jamaah yang menjadi korban melapor ke Bareskrim Polri. “Korban yang memberikan kuasa kepada saya 285 orang. Mereka dari sejumlah daerah di Indonesia, tapi yang datang ke sini dari Jabodetabek,” ujar kuasa hukum para korban, Septi Indiah Rahayu, di kantor sementara Bareskrim, kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta.

Menurut Septi, kliennya melapor karena tidak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci sejak 2014. Jamaah yang tidak berangkat diperkirakan 700 orang. Dalam laporan tersebut, pimpinan PTH2O diadukan dengan dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan, dan pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Menurut Septi, H2O beroperasi sejak 2012 dan menawarkan paket promo haji dan umrah murah dengan skema investasi. H2O menawarkan calon jamaah investasi untuk ongkos haji plus dengan biaya Rp 50 juta dan umrah Rp 4 juta. Pada 2013, H2O memberangkatkan 18 orang ke Tanah Suci. “Mereka berhasil memberangkatkan 18 orang dan itu jadi magnet bagi yang lain,” kata Septi.

Promo yang gencar membuat H2O mendapatkan 500 pendaftar untuk umrah dan 200 orang untuk haji plus pada 2013 hingga 2015. “Tapi pas jatuh tempo tahun 2014, 2015, dan 2016, tidak ada jamaah yang diberangkatkan,” katanya

Sumber : http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/341/Korban-Biro-Umrah-H2O-Melapor-ke-Bareskrim

LEAVE A REPLY