Korban Abu Tour di Palembang tunggu kepastian berangkat umrah

Korban Abu Tour di Palembang tunggu kepastian berangkat umrah

354
0
SHARE

KASUS penelantaran jemaah biro perjalanan Abu Tour and Travels yang semestinya diberangkatkan umrah juga terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Dengan belum adanya kejelasan pemberangkatan dari pihak Abu Tour membuat jemaah asal Palembang itu khawatir apabila menjadi korban penipuan seperti yang diberitakan di daerah lain.

Suryati, 41, warga Plaju Palembang, mengaku, awalnya ditawari menjadi jemaah dari Abu Tour dengan biaya perjalanan hanya Rp14 juta. Pendaftaran pun dilakukan pada Januari 2017 lalu.

“Namun saya ambil paket yang di atas Rp14 juta. Akhirnya saya pun ambil paket Rp20 juta. Pembayaran dilakukan di tahun lalu, dua tahapan, pada Maret dan Juni 2017. Sudah langsung lunas,” kata dia.

Ia pun dijanjikan berangkat umrah di awal tahun ini, tepatnya Februari nanti. Sayang, sampai saat ini belum ada konfirmasi lagi dari pihak Abu Tour.

“Saya dan teman-teman saya sudah mendatangi agennya, tapi tidak bertemu dengan pengelolanya. Kami masih menunggu bagaimana dengan kejelasan pemberangkatan umrah ini,” ungkapnya di Palembang, Sabtu (20/1).

Bila belum ada informasi dari pihak Abu Tour, ia pun akan menempuh jalur hukum dan melaporkan hal ini kepada pihak berwajib.

“Kami masih menunggu janjinya, tentu harapan kami Abu Tour tidak menipu kami yang memang berniat untuk memberangkatkan umrah,” terang Suryati.

Sementara, Kepala Kantor Cabang Abu Tour and Travels Palembang, Ridwan Rasyid, memastikan tidak ada masalah dengan jemaah Abu Tour yang sudah terdaftar dan akan berangkat umrah ke Tanah Suci. Bahkan, pihaknya mengklaim tidak pernah ada kasus penelantaran jemaah seperti yang diberikan di sejumlah media.

Namun, permasalahan yang timbul yakni karena adanya pengaruh pajak 5% di Arab Saudi.

“Kami tidak pernah menelantarkan jemaah. Bukan menelantarkan kami reschedulepemberangkatan dari Januari ke Februari disebabkan pajak 5% yang diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi,” ungkap dia.

Ridwan bersikeras bahwa pihaknya di Palembang tidak pernah menelantarkan jemaah dan baru kali ini penundaan terjadi.

“Kami memang melakukan reschedule, itu pun di luar dari kemampuan kami. Sesuai komitmen dari manajemen Abu Tour yang ada di pusat, kami di sini hanya pelaksana,” kata dia.

Ia meminta agar jemaah yang menggunakan jasa Abu Tour tidak khawatir.

“Insya Allah jemaah tetap berangkat, jangan khawatir dengan ini. Jemaah akan tetap diberangkatkan, tetapi dengan adanya pajak 5% ini membuat kita harus menunda terlebih dahulu,” ungkap Ridwan.

Sementara itu, Kemenag Sumsel dalam waktu dekat akan segera memanggil pihak Abu Tours untuk dimintai keterangan terkait laporan 51 jemaah yang ditelantarkan untuk umrah.

“Sesegera mungkin kita panggil kita mintai keterangan terkait kondisi jamaah, jumlah dan kendala pemberangkatan termasuk pengaruh pajak 5% di Arab Saudi,” kata Kepala Sub Bagian Informasi dan Hubungan Masyarakat Kanwil Kemenag Sumsel, Saefudin Latief.

Ia meminta kepada seluruh masyarakat Sumsel, yang akan berencana berangkat umrah untuk lebih hati-hati dan waspada terhadap agen travel yang menawarkan ibadah umroh dengan biaya murah.

“Kalau Rp14 juta yang rasional saja lah. Itu lah yang melatarbelakangi Kemenag membuat regulasi standar minimal biaya umrah di kisaran Rp20 juta,” kata dia.

Ia menerangkan, izin Abu Tour membuka cabang di Palembang belum diterima atau belum terdaftar sebagai agen travel di Sumsel. Dan saat ini, hanya ada 25 agen travel yang terdaftar di Sumsel.

“Mereka sudah pernah mengajukan permohonan izin buka cabang di Palembang tapi belum lengkap syaratnya, jadi dikembalikan. Namun, kebanyakan jemaah ini pilih murahnya, dan tidak melakukan konsultasi ke Kemenag. Padahal, kami telah mewacanakan titik minimal biaya umroh sebesar Rp20 juta,” tandasnya. (OL-2)

Sumber : http://mediaindonesia.com/news/read/141633/korban-abu-tour-di-palembang-tunggu-kepastian-berangkat-umrah/2018-01-20

LEAVE A REPLY