ANGERANG SELATAN – Calon jamaah umrah telah melaporkan pemilik Nazaret Tours and Travel ke Polda Metro Jaya, sejak dua pekan lalu. Namun begitu, belum ada titik terang dari kasus ini lantaran keberadaan bos yang berkantor di kawasan Fifo Resto, Jalan Ir H Juanda, Cirendeu, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), belum diketahui.
Salah satu korban calon jamaah umrah Nazaret travel, Ekawati Wijaya (53), mengatakan, dia telah membuat laporan penipuan yang dilakukan Hayat Hidayat, Nara Nazaret, serta M Syakirin Endar Ali. Ketiganya merupakan bos dari travel bodong tersebut.
Laporan itu tertuang dalam laporan polisi nomor LP/1425/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimum, tanggal 16 Maret 2018. Saat itu, Ekawati dijanjikan petugas akan dihubungi kembali untuk dimintai berkas kelengkapan calon jamaah umrah yang ditipu lainnya. Namun, hingga kini, dia belum mendapatkan panggilan lanjutan.
“Kalau laporan yang perorangan atas nama saya sudah, tapi kan calon jamaah lain ada yang minta juga untuk dimasukkan. Data dan berkasnya sudah siap, tinggal saya serahin ke Polda Metro Jaya karena petugasnya bilang nanti akan dihubungi lagi. Tapi, (hingga saat ini) belum ada yang ngabarin lagi dari Polda Metro Jaya,” katanya.
Ia pun berharap, polisi dapat segera menangkap pemilik Nazaret Travel. Karena tercatat, ada sekira 500 calon jamaah dari berbagai daerah yang menjadi korban serupa. Jika ditotal, jumlah biaya yang dibawa lari oleh pemilik Nazaret mencapai sekira Rp7-8 miliar.
“Saya berharap banget, polisi dapat segera menangkap pemiliknya ini. Kasihan semua korbannya. Itu (korban) dari mana-mana mereka. Sudah bayar lunas terus disuruh menunggu selama satu tahun, habis itu enggak ada kabar, dan tiba-tiba pemilik travelnya menghilang,” ucapnya.




