Lagi-lagi korban penipuan bisnis investasi bertambah. Kabar penipuan kali ini datang dari Pedangdut Anisa Bahar yang telah kehilangan investasinya Rp. 1,5 M di CTG Investment, yaitu sebuah perusahaan investasi yang bergerak di bidang trading forex dan konon katanya berasal dari UK.
Sebenarnya sudah lama saya tahu yang namanya CTG Investment melalui informasi dari teman-teman yang menawarkan saya untuk bergabung di bisnis investasi ini, yah..tepatnya sekitar awal bulan November lalu lah. Bahkan saya sudah sempat posting di facebook tentang CTG Investment yang saya yakin 1000% Scam dan saya sudah memperingatkan pada beberapa teman agar jangan pernah bergabung di CTG Investment.
Indonesia Lahan Bagus bagi Sindikat Penipuan Investasi Asal Malaysia
speedline, lexus venture, solid gold 88 (SG88), dan sebagainya, kini kita diramaikan lagi oleh kasus penipuan bisnis investasi dari CTG Investment setelah kasusnya dimuat di media karena korbannya melibatkan pedangdut Anisa Bahar. Lalu apa yang sebenarnya menjadikan Indonesia sebagai lahan bagus bagi sindikat penipuan investasi asal Malaysia?
Kebanyakan diantara kita suka dengan yang namanya investasi online, bagaimana tidak dengan modal kecil dan tanpa perlu bersusah payah kerja seseorang bisa menerima hasil yang melimpah bahkan hasilnya bisa lebih dari apa yang diperoleh dari orang yang bekerja secara offline (pengalaman pribadi). Namun sayangnya sebagian dari mereka hanya sekedar investasi saja tanpa memiliki pengetahuan apapun tentang bisnis investasi online yang HIGH RISK seperti ini. Setiap informasi yang diterimanya, langsung di telan bulat-bulat tanpa mencari tahu dulu kebenaran informasi tersebut. Alhasil.. mereka hanya diperdaya dengan informasi-informasi yang salah yang tujuannya hanya untuk merekrut dan masuk kedalam bisnis investasi tersebut dan tentunya bukan malah untung justru rugi yang diterima.
Kondisi masyarakat yang seperti inilah yang menjadi faktor menjamurnya bisnis investasi asing (Malaysia khususnya) yang berkembang di negeri ini. Penipu hanya cukup merekrut satu orang saja sebagai Agen 001 nya kemudian dari sini dia bisa dengan leluasa mengusai agen-agen selanjutnya hingga ke member-member dibawahnya. Dengan cara inilah bisnis investasi seperti ini bisa dengan mudah tumbuh dan berkembang di Indonesia.
Hindari Terlibat di Bisnis Investasi Asal Malaysia
Melihat banyaknya kasus penipuan bisnis investasi yang dilakukan oleh orang-orang Malaysia di Indonesia, mungkin sangat tepat bila kita keluarkan pernyataan “Investment Warnings” untuk Malaysia agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya. Nah, sebagai informasi untuk anda agar dapat membedakan yang mana bisnis investasi asal Malaysia dengan yang bukan, berikut ada beberapa tips yang bisa anda coba sendiri:
1. Perhatikan traffic negara yang mengakses situs tersebut. Saat ini cara yang paling akurat untuk mengecek traffic dari situs-situs investasi adalah melalui Alexa.com. Anda tinggal copy paste kan alamat situs tersebut ke Alexa dan lihat hasilnya. Kalau traffic negara yang muncul hanya dari Indonesia dan Malaysia saja sedangkan berdasarkan informasi yang anda terima bahwa situs tersebut berasal dari UK (misalnya), sudah bisa dipastikan bahwa situs investasi tersebut berasal dari Malaysia. Namun bila traffic negara berasal dari Indonesia saja anda tetap harus waspada, bisa saja itu situs orang Malaysia yang di buat di Indonesia untuk menjaring korban orang Indonesia.
Pada kasus CTG Investment ini, sebelum penipuannya di muat di media online dan televisi, saya sudah meyakini bahwa ini situs berasal dari Malaysia yang kemungkinan 1000% akan Scam seperti generasi-generasi sebelumnya. Tidak perlu melihat terlalu dalam, anda sendiri dapat menemukan langsung disitusnya. Ada navigasi untuk mengubah bahasa situs ke bahasa Malaysia, padahal dari informasi yang saya terima dari situs-situs web support CTG yang dibuat oleh Agen 001 nya di Indonesia, dikatakan bahwa bisnis tersebut berasal dari UK. Nyatanya! Tidak ada satu % pun traffic dari UK, kalau memang benar situs tersebut asal UK pasti akan kelihatan % trafficnya di Alexa meski hanya 1% saja.
2. Bisnis investasi asal Malaysia masuk melalui Batam. Anda perlu mewaspadai ini karena sebagian besar bisnis investasi asal Malaysia masuk melalui jalur Batam. Kita sudah sama-sama tahu kalau Batam adalah salah satu jalur perdagangan bebas di Indonesia, banyak kegiatan ilegal (masuk/keluar) terjadi di Batam, bahkan menurut sumber yang saya dapatkan TKI-TKI ilegal saja banyak yang keluar – masuk melalui jalur Batam. Apalagi bisnis investasi semacam ini, tentunya sangat mudah sekali masuk ke Indonesia dan menyebar di Indonesia melalui Batam. Bagi anda yang terlibat di bisnis investasi semacam ini, coba perhatikan kenapa Agen 001 dari situs-situs investasi asal Malaysia ini adalah (kebanyakan) orang Batam. Tentu saja ini semua ada hubungannya, intinya begini; orang Malaysia masuk ke Indonesia melalui Batam kemudian bekerja sama dengan orang Indonesia yang ada di Batam untuk membuka bisnis investasi seperti ini, tujuannya jelas sekali agar lebih mudah diterima orang Indonesia sehingga bisa lebih mudah memperoleh korban. Jadi kalau kasusnya sudah seperti CTG yang melibatkan korban Anisa Bahar, yang harus bertanggung jawab atas kasus penipuan ini adalah agen 001 nya, karena tentunya dia yang lebih tahu siapa Sutradara dari bisnis investasi itu dan begitu pula untuk bisnis investasi lainnya.
3. Investasi berjangka tanpa jaminan. Bisnis investasi seperti ini biasanya menggunakan sistem investasi berjangka, dimana setiap paket yang anda beli akan di investasikan untuk kurun waktu 60-120 hari dengan profit hariannya antara 2%-4%. Bisnis investasi asal Malaysia umumnya menggunakan sistem ini di situsnya, yang pastinya sangat beresiko Scam sebelum anda menyelesaikan masa kontrak investasi anda. Jadi, waspadalah dengan sistem yang seperti ini.
4. Sistem pembayaran melalui Wallet. Wallet disini adalah sistem pembayaran otomatis yang di kreditkan kedalam akun (balance) situs-situs investasi. Sistem seperti ini biasa diterapkan oleh penipu-penipu asal Malaysia, karena terbilang praktis tanpa perlu mendapatkan perhatian sama sekali. Setiap komisi 2%-4% perhari secara otomatis di tambahkan oleh sistem (software) ke dalam akun membernya sampai masa kontraknya habis, jadi selama itu pula anda akan terus mendapatkan komisi yang sesuai dengan yang dijanjikan, namun sayangnya hanya dalam bentuk virtual saja. Nah untuk mencairkannya anda harus mencari downline (calon korban baru) dan menjual PIN-PIN aktifasi sesuai paket investasi anda baru anda bisa mendapatkan Rupiah-nya. Kalau sudah begini, anda sama saja sudah menjeruskan orang lain ke dalam lembah yang sama. Ingat, owner bisnis investasi semacam ini sesungguhnya tidak pernah membayar anda, rupiah yang anda dapatkan bisa jadi berasal dari downline-downline anda. Naman kalau kasus CTG yang pembayaran melalui transfer bank langsung, ini karena CTG telah merekrut orang Indonesia sebagai salah satu tangan kanannya (Agen 001) yang mengendalikan semua transaksi member-membernya, sehingga pembayaran melalui transfer bank bisa dilakukan.
Oke..itulah sedikit tips agar paling tidak anda bisa mendapat gambaran bagaimana ciri-ciri yang tampak pada program bisnis investasi asal Malaysia. Bila anda dapatkan ciri-ciri lainnya, silahkan berbagi disini. Saya hanya bisa menyarankan kepada anda, silahkan anda berinvestasi online namun sebaiknya kenali terlebih dahulu bisnis itu sebelum anda memulainya. Jangan berinvestasi hanya karena menerima tantangan (modal nekad) saja tanpa anda punya pengetahuan tentang bisnis investasi itu. Ingat, sedikitnya 60% bisnis investasi online yang beredar di Indonesia berasal dari Malaysia dan 97% diantaranya SCAM/Berakhir dengan SCAM – WASPADALAH. Jadi, sangatlah pantas sekali kalau kita keluarkan “Investment Warnings” untuk Malaysia.Sumber : https://etraderpartner.wordpress.com/2011/12/23/anisa-bahar-tertipu-bisnis-investasi-asal-malaysia/




