Rumah pengusaha intan terkenal asal Kota Martapura, Kalimantan Selatan (Kalsel), Lihan, didatangi ribuan orang yang menginvestasikan uangnya dalam bisnis yang dijalankan pengusaha itu.
Jumlah investor yang mendatangi kediaman pengusaha batu mulia itu sejak Sabtu pagi sekitar ratusan orang.
Sejak pagi mereka berkerumun di rumah Lihan di Kampung Batung, Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, yang persis berada di belakang pondok pesantren putri Darul Hijrah itu. Mereka menggunakan sepeda motor ataupun mobil sehingga memenuhi ruas jalan dan halaman rumah penduduk sekitarnya.
Kedatangan investor yang berasal dari Kota Banjarbaru, Martapura, dan berbagai daerah lainnya di Provinsi Kalsel itu bertujuan mengetahui secara langsung penyebab pembagian keuntungan yang pembayarannya terlambat dua bulan sejak Agustus lalu.
“Pembagian keuntungan sudah dua bulan ini terlambat, makanya untuk mengetahui langsung apa penyebabnya, saya langsung datang ke sini,” ujar Jumri, salah seorang di antaranya.
Investor lain, Wahyu, mengatakan, biasanya pembagian keuntungan dibayar tepat waktu setiap bulan sesuai penyerahan uang sewaktu diinvestasikan. Namun sejak Agustus hingga sekarang, pembagiannya mengalami keterlambatan sehingga seluruh investor sempat dibikin was-was karena menduga bisnis investasi itu goyah.
“Kabar dan isu yang beredar macam-macam. Ada yang menyebutkan Lihan ditangkap Densus 88 karena terkait jaringan teroris, juga ada yang menyebutkan dia stroke masuk rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, sesuai isi surat perjanjian tertulis antara investor dan Lihan, kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian bisnis/kerja di mana investor menyerahkan sejumlah uang yang tidak terbatas besarnya untuk dijadikan modal bisnis intan.
Sesuai perjanjian yang ditulis di atas kertas bermaterai Rp 6.000 itu, keuntungan bisnis ditentukan melalui sistem bagi hasil. Lihan sebagai pihak pertama menerima 60 persen dan investor sebagai pihak kedua mendapatkan 40 persen dari keuntungan.
Meski sempat memunculkan kekhawatiran terjadinya kekisruhan akibat saking banyaknya investor yang berdatangan sejak pukul 08.00 Wita, setelah mendengarkan penjelasan langsung dari Lihan, mereka pulang dengan tertib sekitar pukul 11.00 Wita.
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2009/09/27/09324179/rumah.pengusaha.intan.digeruduk.ratusan.investor




