Pelajaran berharga dari berinvestasi

Pelajaran berharga dari berinvestasi

502
0
SHARE

Membaca beberapa tulisan tentang investasi di kompasiana saya jadi teringat tentang kisah sedih yang saya alami dalam berinvestasi. Kejadian ini sekitar tahun 2000. Berawal dari hobi suami yang berlangganan majalah Trubus, diliriknya salah satu iklan investasi agri bisnis, kala itu majalah trubus memang sedang gencar gencarnya mengulas investasi agri bisnis. Terpikatlah hati suami untuk menanamkan uangnya di PT. ADD farm.

Perusahaan yang berkantor di Jakarta memiliki usaha peternakan itik di daerah Cirebon. Melalui kantor cabang di Semarang suami menyetor uang sebesar 5 juta rupiah ( 1 paket terendah). Setiap bulannya suami menerima transfer dana dari hasil investasinya berupa pokok dan keuntungannya. Dalam satu tahun terakhir bisnis berjalan dengan  lancar. Melihat keuntungan yang sangat mengiurkan tergodalah suami untuk menambah dana yang diinvestasikan menjadi 60 juta rupiah. Namun malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, sekitar pertengahan tahun 2002 malapetaka itu terjadi, dana yang seharusnya ditransfer macet total, tak sepeser rupiah pun dana dari PT. ADD Farm masuk ke rekening suami.

Pada tahun 2003 sedikitnya 1000 investor PT. Adess Sumber Hidup Dinamika mangambil langkah hukum. Kasus yang ditangani kepolisian Cirebon ini memang tak seheboh kasus QSAR. Karena jauhnya tempat tinggal kami, perkembangan kami ikuti lewat kurator. Kasus ini sempat ditarik karena janji pihak perusahaan akan mengembalikan dana investor. 10 tahun berlalu uang kami belum juga kembali. Pelajaran berharga dari si itik *Pak Ade Suhidin jika bpk membaca tulisan ini, balikin duit saya dong…………

Sumber : https://www.kompasiana.com/nengnani/pelajaran-berharga-dari-berinvestasi_551080cf813311593bbc63c1

LEAVE A REPLY