7 hal penting saat membeli asuransi kebakaran

4180
0
BAGIKAN

Sebelum membeli Asuransi Kebakaran, lebih baik Anda memperhatikan tujuh hal berikut ini.

1.  Polis standar tidak menjamin semua risiko

Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI) tidak menjamin semua risiko, PSAKI hanya menjamin (1) Kebakaran, (2) Petir, (3) Ledakan (bejana, boiler), (4) Kejatuhan pesawat, dan (5) Asap. PSAKI tidak menjamin risiko-risiko lainnya seperti Kerusuhan, Pemogokan, Perbuatan Jahat dan Huru-Hara (RSMDCC), Banjir, Angin Topan, Badai, dan Kerusakan Akibat Air (FTSWD), Gempa Bumi, Letusan Gunung Berapi dan Tsunami (EQVET), Pencurian, Tertabrak Kendaraan, Kejatuhan Pohon, Kehilangan Pendapatan, dan lain lain. Risiko-risiko ini hanya dijamin jika anda membeli polis “Property All Risks” atau dengan perluasan jaminan.

2.  Polis tidak menjamin semua harta-benda

Tidak semua harta benda dijamin dalam Polis Asuransi Kebakaran, Polis umumnya hanya menjamin (1) Bangunan (Building), (2) Perabot / Perlengkapan (Contents), (3) Barang dagangan (stock), (4) Mesin (Machinery). Polis tidak menjamin harta benda berupa sepeda motor, mobil, perhiasan, batu mulia, jam tangan, lukisan, barang antik, karya seni, pondasi, pagar, bangunan dibawah tanah, pohon, kayu, tanaman, hewan, tanah, taman, drainase atau gorong-gorong, saluran air, jalan, pipa dalam tanah, kabel dalam tanah, terowongan, jembatan, dan lain-lain. Perlu penegasan di dalam Ikhtisar Pertanggungan jika anda akan meng-asuransikan harta benda tersebut.

3.  Pertanggungan di bawah harga sebenarnya

Ketika Anda menetapkan Harga Pertanggungan lebih kecil dari Harga Sebenarnya maka Anda hanya membuat perusahaan Asuransi menanggung hanya sebagian dari risiko tersebut. Saat terjadi klaim, Anda akan mendapatkan ganti secara proporsional

rumus4.  Perhitungan Indemnity v Reinstatement

Prinsip Indemnity membuat nilai pertanggungan mengalami penyusutan. Untuk membuat banrang yang Anda asuransikan harganya meningkat (karena memang harga di pasaran meningkat) maka Anda perlu menambahkan klausul pemulihan nilai (Reinstatement Value Clause).  Dengan klausul ini, bahkan Anda berhak atas ganti rugi harga baru (new replacement value) atas harta benda yang mengalami kerugian atau kerusakan tanpa potongan penyusutan.

5.  Potongan klaim (Deductible)

Perusahaan asuransi jarang sekali memberitahukan kepada Anda mengenai ada (atau tidak) nya potongan klaim (deductible). Padahal potongan ini bisa saja relative besar. Anda juga tidak akan mendapat informasi tentang bagaimana perhitungannya.

Potongan ini bisa saja adalah persentase tertentu dari klaim misalnya 10% dari klaim. Bisa saja persentase tertentu dari Harga Pertanggungan misalnya 5% dari Harga Pertanggungan atau bisa juga kombinasi tertentu misalnya 10% dari klaim minimum dan Rp 10 juta. Oleh karena itu, Anda lebih baik mencari informasi mengenai potongan klaim ini sebelum mengambil asuransi.

6.  Persyaratan Polis (Warranties)

Anda harus berhati-hati dengan bagian persyaratan klaim yang dibebankan kepada Anda. Setiap pelanggaran atas persyaratan polis (warranties) memberikan hak kepada perusahaan Asuransi untuk tidak membayar klaim. Contoh persyaratan yang diberikan oleh perusahaan Asuransi adalah “Warranty: Harus disediakan minimal 3 tabung pemadam api ringan”. Jika Anda tidak menyediakan syarat ini saat kebakaran terjadi maka perusahaan asuransi tidak akan membayar klaim Anda. Jika Anda kurang jelas akan bagian ini, tanyakan kepada agen Anda.

7.  Prosedur Klaim

Anda harus mengerti dengan jelas prosedur klaim karena bagian ini adalah bagian di mana Anda akan mendapatkan hak Anda. Ketahui prosedur dan dokumen yang diperlukan sejelas mungkin sebelum Anda membeli Asuransi apapun.

Sumber :
http://ahliasuransi.com/apa-yang-tidak-disampaikan-oleh-perusahaan-asuransi-kepada-anda-saat-membeli-asuransi-kebakaran/

TINGGALKAN KOMENTAR