Banyak pekerja merasa beruntung memiliki pekerjaan. Namun saat merasa kebutuhan meningkat, Anda dapat meminta kenaikan gaji untuk menambah pendapatan yang Anda bawa pulang ke rumah.
Ada paling tidak tujuh (7) kiat dalam menegosiasikan kembali gaji Anda supaya bisa membawa hasil maksimal. Berikut penjelasannya.
1. Ketahui Waktu yang Tepat
Waktu yang tepat untuk meminta kenaikan gaji ini adalah saat Anda baru saja berganti pekerjaan, menerima promosi, atau menyadari dibayar rendah dibandingkan dengan rekan-rekan yang lain.
Pada saat seperti ini sebenarnya adalah waktu paling tepat untuk melakukan negosiasi gaji. Namun apabila memang membutuhkan kenaikan gaji, Anda dapat melakukan kapanpun. Hanya saja, Anda harus memastikan atasan Anda dalam kondisi baik. Anda akan menemui tembok tebal jika melakukan negosiasi saat kondisi atasan Anda tidak baik.
2. Ketahui Kemampuan Anda
Tentu ketika meminta kenaikan gaji Anda harus mempertimbangkan kinerja Anda di perusahaan. Karena perusahaan biasanya akan membayar sesuai kinerja yang Anda lakukan (performance based pay).
Siapkan beberapa dokumen pendukung yang memperlihatkan hasil kerja Anda sehingga atasan Anda bisa mengetahui seberapa baik Anda sudah bekerja bagi perusahaan. Ada baiknya jika Anda membuat daftar pencapaian, award dan/atau testimoni dari klien atau rekan kerja Anda sebagai “bukti”.
3. Ketahui rata-rata gaji di industri tempat Anda bekerja
Anda juga harus mencari tahu rata-rata gaji di dalam industri di mana Anda bekerja. Industri di sini mengacu pada sekelompok perusahaan yang berbisnis di bidang yang sama dan menggarap pasar yang sama. Jadi jika Anda misalnya, bekerja di perusahaan media di Jakarta, perhatikan berapa standar gaji pada posisi jabatan dan pengalaman Anda pada industri media lainnya di Jakarta.
Hal ini perlu dilakukan supaya Anda dapat memperkirakan jumlah kenaikan gaji yang akan Anda minta.
4. Ketahui Kemampuan Perusahaan
Anda juga harus memperhatikan kondisi dan kemampuan perusahaan di mana Anda bekerja. Walaupun industrinya sama, tetapi jika kita bekerja di perusahaan yang lebih kecil, tentu jadinya akan beda dengan bekerja di perusahaan besar yang sudah mapan.
Faktor lokasi kota tempat bekerja juga berpengaruh. Orang yang bekerja di Ibu Kota Jakarta umumnya gajinya tentu lebih mahal dibanding kota-kota lain yang lebih kecil, karena kebutuhan hidup di Jakarta lebih tinggi. Beberapa perusahaan memberikan “tunjangan kemahalan” untuk karyawannya yang berlokasi kerja di tempat dengan biaya hidup tinggi.
5. Sampaikan Nominal yang Anda Inginkan
Ingat untuk selalu meminta lebih dari yang Anda inginkan, karena biasanya atasan Anda akan menawar. Selain itu, Anda lebih baik mengatakan jumlah yang Anda inginkan. Jangan menyebutkan angka dengan kisaran tertentu, misalnya Anda menyebutkan, “Rp 4 – 5juta”. Dalam kondisi ini, atasan Anda biasanya akan mengambil angka terkecil.
6. Berkomunikasi secara Positif
Anda sebaiknya memastikan menyatakan permintaan Anda secara positif, dan bukan dengan cenderung memaksa.
Ucapkan kalimat seperti, “Saya sangat senang bekerja di sini. Saya merasa tanggung jawab dan peran saya di sini terus meningkat. Hal ini membuat saya ingin berdiskusi mengenai kemungkinan untuk mendapat kenaikan gaji seiring dengan bertambahnya pekerjaan dan tanggung jawab saya.”
7. Mempersiapkan Diri Menerima Penolakan
Jika permohonan Anda ditolak, Anda dapat berusaha memberikan penjelasan tambahan. Hanya saja, Anda tidak terkesan memaksa bahkan mengancam atasan Anda. Sebaiknya, Anda tidak mengatakan bahwa Anda sudah mendapat tawaran kerja di tempat lain dengan gaji yang lebih tinggi ketika permohonan Anda ditolak. Kecuali, Anda memang memutuskan untuk pindah kerja saat permohonan gaji Anda ditolak.



