Menikmati Hidup Setiap Saat

3522
0
BAGIKAN
Menikmati Hidup

“Saya akan menunda kesenangan dan bersenang-senang ketika nanti saya berusia lebih dari 55 tahun dan memiliki banyak uang. Sekarang ini saya menderita dahulu tidak apa-apa. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian!” Pernyataan ini dikemukakan oleh seorang anak muda setelah mendengarkan saya berbicara. Anak muda ini terlihat yakin saya akan setuju dengan pernyataannya karena kelihatannya banyak orang punya pandangan yang seperti ini. Namun, saya berkata kepadanya, “Saya tidak setuju dengan Anda! Tolong jangan lakukan itu!” Anak muda ini langsung terkejut mendengar tanggapan saya. Ada tiga kebenaran yang menjadi alasan saya.

1. Hidup harus dinikmati saat ini juga

Jika hidup harus dinikmati ketika kita merasa sukses. Itu adalah kesalahan yang sangat fatal. Orang seharusnya menikmati apapun yang terjadi di dalam hidup mereka. Salah satu kunci memiliki hidup yang berbahagia adalah kemampuan untuk menikmati proses yang terjadi di dalam hidup.

Warren Buffett menyatakan, “Kami jauh lebih menghargai proses daripada hasil”.

Jika kita hanya bersukacita ketika menikmati hasil, maka kita akan menjadi orang yang sangat jarang bersukacita. Mengapa demikian? Karena sebagian besar hidup kita akan kita habiskan di dalam proses. Oleh karena itu, bisa bersenang-senang di saat melewati proses kehidupan adalah kunci untuk hidup penuh dengan sukacita senantiasa. Seorang petinju yang hebat paling akan bertarung sekitar 100 pertandingan selama karier bertinju mereka. Padahal untuk itu mereka harus berlatih ribuan jam. Hanya menikmati hiudup setelah mengalami “kemenangan” akan membuat sebagian besar waktu kita hidup di dalam penderitaan.

2. Bersenang-senang tidak bisa dikaitkan dengan uang

Kesalahan berpikir yang paling fatal adalah menghubungkan bersenang-senang dengan memiliki banyak uang. Memang ada bagian dari bersenang-senang yang memerlukan banyak uang. Namun, ada banyak bagian dari bersenang-senang yang membutuhkan hanya sedikit uang, bahkan tidak memerlukan uang sama sekali. Memandang hidup secara positif, memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan orang lain adalah contoh untuk bisa menikmati hidup yang membutuhkan sedikit uang.

3. Untuk segala sesuatu ada waktu terbaiknya

Kita harus menyadari bahwa perubahan usia akan membuat aktifitas kita menjadi lebih terbatas. Salah satunya adalah kemampuan fisik yang cenderung menurun. Satu teman sangat ingin pergi ke Great Wall China semenjak dia usia 30 tahun, tetapi baru bisa terpenuhi ketika berusia 65 tahun. Dalam usia itu, dia sudah tidak lagi mampu untuk naik sampai atas Great Wall. Dengan penuh penyesalan, dia bercerita andai saja dia datang di Great Wall saat usia 45 maka dia akan lebih bisa menikmatinya.

Dahulu kita tidak BISA beli, sekarang kita tidak BOLEH beli. Dahulu kita tidak bisa mendapatkannya karena tidak punya uang, setelah punya uang kita tidak boleh melakukannya karena hambatan fisik.

Oleh karena itu, kita harus menyusun prioritas tujuan yang ingin dicapai. Jangan lupa untuk melibatkan usia dalam penyusunan prioritas tersebut. Kita tidak ingin ketika mencapai tujuan tersebut kita berada pada usia yang tidak mendukung.

Dari tiga kebenaran ini, kita harus menikmati hidup saat ini juga. Menikmati hidup tidak senantiasa memerlukan uang dan kita harus mengetahui ada waktu terbaik untuk menikmati hidup yang memerlukan uang.

TINGGALKAN KOMENTAR