3 Tindakan Menentukan Nilai Pertanggungan pada Asuransi Umum

8372
0
BAGIKAN

Asuransi Umum sangat diperlukan ketika Anda ingin mengelola risiko dari pembelian yang Anda lakukan. Namun, Anda harus menyadari bahwa hasil terbaik dari asuransi adalah impas. Ini berarti bahwa Anda tidak akan mendapatkan keuntungan finansial ketika membeli asuransi.

Ketika membeli secara kredit, biasanya pihak Bank/Leasing selalu meminta Anda menyertakan Asuransi. Masalahnya, Anda sebaiknya juga mempertimbangkan untuk mengambil asuransi walau Anda membeli secara tunai. Untuk melihat apakah Anda perlu membeli asuransi bisa dilihat pada artikel 4 Kriteria Penentu untuk Mengambil Asuransi.

Ada tiga tindakan untuk menentukan uang pertanggunan yaitu:

A. Mengerti 3 Jenis Value

Jika Anda memang butuh untuk mengambil asuransi, topik yang perlu didiskusikan adalah penentuan nilai (value) pertanggungan. Untuk bisa menentukan dengan baik, Anda perlu mengetahui tiga jenis value yang ada, yaitu:

1. Harga Baru

Harga barang baru paling mudah ditentukan karena memang sesuai dengan pembelian yang baru dilakukan dan biasanya mempunyai harga dasar. Contohnya adalah pembelian mobil baru. Memang harga di tiap show room bisa berbeda, namun mobil baru memiliki harga dasar. Perbedaan harga ini ditentukan oleh asesories mobil atau skema diskon. Jadi, perusahaan asuransi memiliki harga dasar untuk mobil ini.

2.  Harga pasar

Harga pasar sangat dipengaruhi oleh persepsi bagaimana orang melihat dan membutuhkan barang tersebut. Ini adalah tantangan yang harus Anda pikirkan ketika menentukan uang pertanggungan. Anda harus menyadari bahwa perusahaan asuransi akan membayar Anda berdasar pada harga ini, bukan berdasar pada premi Anda.

Jika uang pertanggungan Anda kurang dari nilai referensi ini, maka perusahaan Asuransi akan membayar ganti rugi berdasar pada persentase uang pertanggungan Anda dan nilai referensi ini.

Jika uang pertanggungan Anda melebihi nilai referensi ini, maka perusahaan Asuransi akan membayar ganti rugi berdasar pada nilai referensi ini berapapun jumlah premi yang Anda bayarkan.

Oleh karena itu, lebih baik Anda memperhatikan nilai dari barang yang akan Anda asuransikan sebelum menentukan nilai pertanggungan.

Untuk barang antik atau memiliki nilai historis, Anda bisa meminta referensi pada badan-badan independen yang dapat menentukan harga pasar untuk benda antik tersebut. Contoh badan independen yang bisa memberikan referensi adalah Christie atau Sotheby’s .

3.  Harga re-instatement value

Harga ini berlaku untuk benda yang memiliki peningkatan harga seiring dengan berjalannya waktu. Barang yang sering menggunakan re-instatement value ini adalah properti. Barang dengan re-instatement value ini bisa meminta klausul tambahan agar tidak perlu diadakannya revaluasi setiap tahunnya.
Contohnya adalah bangunan rumah. Pada saat beli, mungkin biaya bangun per meter perseginya adalah Rp 1 juta. Namun biaya bangun ini akan semakin naik dari waktu ke waktu. Untuk itu perlu ada klausul supaya kenaikan harga ini bisa diakomodasi.

B. Meminta Bantuan Penilai

Jika Anda mengalami kesulitan di dalam menentukan nilai pertanggungan, Anda bisa meminta bantuan salah satunya kepada Loss Adjuster yaitu badan independent yang bisa menentukan tingkat kerugian yang mungkin timbul. Biasanya Loss Adjuster akan menilai jika terjadi klaim dan perusahaan asuransi perlu bantuan untuk menilai kerugian tersebut.

Sebaiknya Anda meminta bantuan ketika menghitung nilai pertanggungan dari barang Anda memerlukan proses perhitungan rumit dan sulit untuk dilakukan contohnya ketika menghitung pabrik.

C. Jujur dalam mengisi Form Aplikasi

Yang terpenting adalah Anda sebaiknya jujur dalam mengisi form aplikasi. Ini semua akan membuat proses klaim nantinya akan menjadi lebih mudah. Ingat, Anda sedang mencari proteki dan bukannya untuk mendapatkan keuntungan.

TINGGALKAN KOMENTAR