Anda akan mendapat proteksi maksimal dari Asuransi Kesehatan yang Anda beli, jika Anda benar-benar mengerti produk yang Anda miliki.
Di bawah ini ada 4 faktor yang harus Anda perhatikan yang berkaitan dengan Asuransi Kesehatan.
1. Masa tunggu
Asuransi Kesehatan biasanya memiliki masa tunggu, yaitu waktu yang dibutuhkan dari waktu pembelian sampai saat mengajukan klaim. Jadi Anda baru mendapatkan proteksi setelah melewati masa tunggu.
Biasanya ada perbedaan antara “Penyakit biasa” dan “Penyakit khusus”. Masa tunggu “Penyakit Biasa” seperti tifus, demam berdarah, dan sebagainya, mungkin hanya 30 hari. Sebaliknya, masa tunggu untuk “Penyakit Khusus” seperti kelainan lemak dalam darah, saluran kemih, gagal ginjal, dan sebagainya masa tunggunya bisa 12 bulan.
Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengerti masa tunggu dari masing-masing penyakit sehingga Anda tidak melakukan klaim saat masih berada di masa tunggu.
2. Cara pembayaran Premi
Premi Asuransi Kesehatan biasanya dibayar per tahun, tetapi ada pula yang bisa dibayar bulanan, tiga bulanan atau 6 bulanan. Anda sebaiknya meminta penjelasan yang lebih detil, ketika ada orang yang mengatakan bahwa Anda hanya perlu membayar dalam jangka waktu tertentu kemudian diproteksi seumur hidup. Misalnya saja, Anda hanya perlu membayar 10 tahun untuk mendapatkan proteksi kesehatan seumur hidup.
Kenyataannya adalah Anda tetap harus membayar premi tiap tahun. Pada tahun ke 11 diharapkan bagian investasi dari Asuransi Anda bisa membayar premi kesehatan tahunan Anda. Jadi Anda harus tetap membayar tetapi bukan dari Anda langsung tetapi dari hasil investasi produk Anda. Jika ternyata hasil investasinya tidak mencukupi untuk membayar premi Asuransi Kesehatan, maka proteksinya juga akan lapse (tidak aktif).
3. Sistem Klaim
Anda harus mengerti sistem klaim dari asuransi Kesehatan yang Anda miliki. Ada dua sistem klaim pada Asuransi Kesehatan yaitu Reimbursement dan Cashless.
A. Sistem Reimbursement
Sistem ini mengharuskan Anda melakukan pembayaran lebih dahulu dan kemudian baru meminta ganti kepada perusahaan Asuransi. Banyak pekerjaan administrasi yang harus Anda lakukan yaitu membayar terlebih dahulu semua biaya rumah sakit, kemudian menyiapkan seluruh berkas dan mengisi formulir untuk mengajukan klaim ke perusahaan asuransi. Oleh karena itu, banyak orang yang tidak senang dengan sistem klaim ini karena merepotkan.
B. Sistem Cashless
Sesuai dengan namanya, sistem ini memungkinkan Anda untuk tidak mengeluarkan uang sama sekali saat mengajukan klaim. Pada saat Anda mendaftar ketika akan masuk Rumah Sakit, membayar biaya pengobatan, atau yang sejenis Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar tetapi hanya dengan menunjukkan kartu yang diberikan oleh perusahaan Asuransi.
Sistem ini hanya berlaku di Rumah Sakit yang telah memiliki kerjasama dengan perusahaan Asuransi. Untuk Rumah Sakit yang tidak bekerja sama akan menggunakan sistem klaim reimbursement.
4. Penambahan Biaya Sendiri
Anda harus menyadari bahwa penambahan biaya sendiri, selain yang dicover oleh perusahaan Asuransi bisa sangat besar. Anda biasanya akan menganggap bahwa Anda memang “pantas” mendapat pelayanan terbaik ketika sakit. Oleh karena itu, Anda dengan tanpa berpikir meng-upgrade ke kelas yang lebih tinggi. Anda berpikir jumlah tambahan yang Anda harus bayar tidak akan terlalu besar. Anda salah besar.
Anda harus menyadari bahwa penambahan biaya sendiri, selain yang ditanggung oleh perusahaan Asuransi bisa sangat besar.
Anda harus menyadari bahwa yang Anda upgrade bukan hanya biaya kamar, karena perubahan biaya kamar memang terlihat tidak besar. Namun, semua pelayanan akan mengikuti kelas kamar Anda. Biaya perawatan, obat, tindakan dokter dll, akan mengikuti kelas kamar. Dengan kualitas dan jenis pelayanan yang sama, karena berada di kamar berbeda harganya akan berbeda pula.
Anda biasanya akan sangat kaget setelah mengetahui biaya tambahan yang harus Anda bayarkan karena sama sekali tidak sesuai dengan apa yang Anda pikirkan.



