    {"id":98,"date":"2018-01-15T11:09:08","date_gmt":"2018-01-15T04:09:08","guid":{"rendered":"http:\/\/penipuankeuangan.com\/?p=98"},"modified":"2018-01-25T10:56:41","modified_gmt":"2018-01-25T03:56:41","slug":"korban-talk-fusion-dan-tuduhan-cuci-otak-di-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/korban-talk-fusion-dan-tuduhan-cuci-otak-di-bandung\/","title":{"rendered":"Korban Talk Fusion dan Tuduhan &#8216;Cuci Otak&#8217; di Bandung"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Talk Fusion dimulai pertama kali di Amerika Serikat, 2007 silam. Manajemen menampik jika aktivitas usahanya digolongkan sebagai perusahaan investasi. Namun, perusahaan perdagangan elektronik (<em>e-commerce<\/em>) yang menjual produk-produk komunikasi video\u00a0<em>online<\/em>\u00a0lewat asosiasi independen.<\/p>\n<p>Di Indonesia, kehadirannya ditentang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena diketahui menghimpun dana masyarakat. Februari 2017 lalu, OJK merilis sejumlah nama-nama perusahaan investasi ilegal, salah satunya, yakni Talk Fusion.<\/p>\n<p>Manajemen Talk Fusion agaknya tidak terima dengan cap ilegal yang disematkan OJK ke perusahaan. Sehingga, manajemen &#8216;bergerilya&#8217; untuk diakui secara hukum.<\/p>\n<p>Akhirnya, pada 7 April 2017, perusahaan mendapat izin prinsip dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nomor 1399\/1\/IP\/PMA\/2017, serta resmi menyandang nama baru PT Talk Fusion Indonesia.<\/p>\n<p>Namun demikian, sebetulnya, Talk Fusion sudah beroperasi lima tahun sebelum memperoleh izin prinsip BKPM.<\/p>\n<p>Perusahaan yang berdomisili di Surabaya ini berkembang menjaring asosiasi independen (associate) atau rekan hingga berbagai daerah. Tak terkecuali di Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Sayangnya, bukan kabar gembira, Talk Fusion di Bandung malah tengah menghadapi tuntutan dari sekitar 500 orang asosiasi independennya. Orang-orang ini mengklaim menjadi korban penipuan bisnis investasi berkedok\u00a0<em>multi level marketing<\/em>\u00a0(MLM).<\/p>\n<p>Indarti, salah satu korban menyebutkan, Bandung menjadi percontohan bagi daerah lain karena keberhasilan<em>\u00a0associate<\/em>-nya menjaring banyak\u00a0<em>downline<\/em>\u00a0(jaringan di bawahnya).<\/p>\n<p>&#8220;Jadi, para\u00a0<em>leader<\/em>\u00a0Talk Fusion kalau presentasi menggunakan Bandung sebagai contoh karena berhasil produk\u00a0<em>family pack<\/em>-nya,&#8221; ujarnya, saat ditemui\u00a0<a href=\"https:\/\/cnnindonesia.com\/\">CNNIndonesia.com<\/a>, belum lama ini.<\/p>\n<p><strong>Tuduhan Cuci Otak<\/strong><\/p>\n<p>Indarti yang berprofesi sebagai dokter ini menuduh bahwa Talk Fusion melakukan cuci otak agar para\u00a0<em>associate<\/em>-nya mengikutsertakan setiap anggota keluarganya dalam bisnis tersebut.<\/p>\n<p>Ia dan suaminya tercatat merogoh kocek Rp500 juta untuk bergabung di Talk Fusion. Padahal, uang itu merupakan tabungan untuk membiayai kuliah sang anak.<\/p>\n<p>&#8220;Anak saya mau masuk kedokteran. Sekarang, saya biayanya Rp300 juta kan. Nah, gara-gara ini saya harus menabung lagi,&#8221; jelas Indarti.<\/p>\n<p>NF, salah satu korban menuturkan, keberhasilan Talk Fusion di Bandung pada awal-awal dirinya bergabung terlihat jelas. Menurut dia, salah seorang temannya duduk di peringkat Diamond Elite hanya dalam waktu lima bulan.<\/p>\n<p>&#8220;Padahal, biasanya, seseorang mencapai posisi itu dalam waktu 3 sampai 4 tahun. Itu Bu Diana Dewi, itu karena dia berhasil merekrut banyak orang (<em>downline<\/em>),\u201d papar NF.<\/p>\n<p>Diana Dewi membocorkan, ia seringkali memberikan syarat kepada calon kliennya untuk masuk dalam bisnis\u00a0Talk\u00a0Fusion\u00a0jika ingin menggunakan jasanya sebagai notaris.<\/p>\n<p>Ia tak menampik jika hal itu juga yang diajarkan oleh\u00a0<em>leader<\/em>-nya dalam pertemuan. &#8220;Iya sampai seperti itu gaya saya, saking sudah tercuci otaknya,\u201d tutur dia.<\/p>\n<p>Leader\u00a0Talk\u00a0Fusion\u00a0di Bandung, lanjut Diana, mengajarkan\u00a0<em>associate<\/em>-nya membentuk ring 1 terlebih dahulu pada awal masuk\u00a0Talk\u00a0Fusion.<\/p>\n<p>Ring 1 diartikan sebagai anak dan suami atau istri. Setelah itu, target lainnya bisa menyasar ring 2, yakni saudara yang berada di luar keluarga inti, teman, atasan atau bawahan.<\/p>\n<p>Ironis. Alih-alih untung, baik Indarti, NF, maupun Diana malah sama-sama gigit jari. Mereka kehilangan uang yang ditanamkannya di Talk Fusion.<\/p>\n<p>Lebih pahit lagi, uang yang ditanamnya bukan recehan. Diana mengaku, menanamkan duitnya hingga Rp5 miliar, dan NF merogoh kocek hingga Rp1 miliar.<\/p>\n<p>Sumber :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20170928164847-78-244666\/korban-talk-fusion-dan-tuduhan-cuci-otak-di-bandung\" target=\"_blank\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/ekonomi\/20170928164847-78-244666\/korban-talk-fusion-dan-tuduhan-cuci-otak-di-bandung<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, CNN Indonesia &#8212; Talk Fusion dimulai pertama kali di Amerika Serikat, 2007 silam. Manajemen menampik jika aktivitas usahanya digolongkan sebagai perusahaan investasi. Namun, perusahaan perdagangan elektronik (e-commerce) yang menjual produk-produk komunikasi video\u00a0online\u00a0lewat asosiasi independen. Di Indonesia, kehadirannya ditentang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena diketahui menghimpun dana masyarakat. Februari 2017 lalu, OJK merilis sejumlah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":99,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false},"categories":[96,224],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98"}],"collection":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=98"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/98\/revisions\/100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/99"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=98"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=98"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=98"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}