    {"id":934,"date":"2018-01-29T14:52:07","date_gmt":"2018-01-29T07:52:07","guid":{"rendered":"http:\/\/penipuankeuangan.com\/?p=934"},"modified":"2021-05-07T09:19:49","modified_gmt":"2021-05-07T02:19:49","slug":"pengusaha-intan-martapura-divonis-65-tahun-penjara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/pengusaha-intan-martapura-divonis-65-tahun-penjara\/","title":{"rendered":"Pengusaha Intan Martapura Divonis 6,5 Tahun Penjara"},"content":{"rendered":"<p>Hakim\u00a0Pengadilan\u00a0Negeri\u00a0Martapura,\u00a0KalimantanSelatan,\u00a0menjatuhkan\u00a0vonis\u00a0kepada\u00a0pengusaha\u00a0intan\u00a0asal\u00a0Martapura,\u00a0Lihan,\u00a0denganhukuman\u00a06,5 tahun penjara\u00a0dan\u00a0denda\u00a0Rp10\u00a0miliar\u00a0subsider\u00a0empat\u00a0bulan\u00a0kurungan.<\/p>\n<p>Vonis\u00a0dijatuhkan majelis\u00a0hakim\u00a0yang dipimpin Edy Suwanto dalam sidang putusan yang digelar di ruang sidang utama PN setempat, Senin siang, dihadiri terdakwa\u00a0Lihan\u00a0yang didampingi penasehat hukumnya, Syakrani.<\/p>\n<p>Vonis\u00a0tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Fadlan, yang menuntut terdakwa\u00a0dengan\u00a0hukuman\u00a013\u00a0tahun\u00a0penjara\u00a0dan\u00a0denda\u00a0Rp10\u00a0miliar\u00a0subsider\u00a0enam\u00a0bulan\u00a0kurungan.<\/p>\n<p>Majelis\u00a0hakim\u00a0dalam amar putusannya menyatakan terdakwa warga Desa Cindai Alus\u00a0Martapura\u00a0itu terbukti bersalah melakukan pelanggaran tindak pidana penggelapan yang diatur dalam Pasal 372 KUHP.<\/p>\n<p>Selain itu, terdakwa yang sudah menjalani masa penahanan di Lapas\u00a0Martapura\u00a0setahun lebih itu terbukti melakukan pelanggaran pasal 59 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 21\u00a0tahun\u00a02008 tentang Perbankan Syariah.<\/p>\n<p>Selanjutnya, majelis\u00a0hakim\u00a0juga menyatakan terdakwa terbukti melanggar Undang-undang No 15\u00a0Tahun\u00a02002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah\u00a0dengan\u00a0Undang-undang No 25\u00a0Tahun\u00a02003.<\/p>\n<p>&#8220;Atas perbuatannya itu, terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya\u00a0dengan\u00a0menjalani\u00a0hukuman\u00a0sesuai\u00a0vonis\u00a0yang dijatuhkan,&#8221; ujar ketua majelis\u00a0hakim dalam sidang yang dimulai pukul 14.00 Wita hingga 16.00 wita.<\/p>\n<p>Majelis\u00a0hakim\u00a0dalam pertimbangannya menilai perbuatan terdakwa mengganggu stabilitas perekonomian dan perbankan Kalsel khususnya dan perbankan nasional umumnya.<\/p>\n<p>Terdakwa juga dinilai merugikan dan meresahkan masyarakat disamping menimbulkan kesulitan ekonomi, khususnya bagi investor atau nasabah bisnis investasi yang dijalankan terdakwa.<\/p>\n<p>Usai ketua majelis\u00a0hakim\u00a0menyatakan sidang ditutup dan meminta terdakwa menyampaikan tanggapannya, maka terdakwa langsung berkonsultasi\u00a0dengan penasehat hukum, Syakrani dan kemudian menyatakan banding.<\/p>\n<p>&#8220;Saya banding,&#8221; ujar\u00a0Lihan\u00a0yang mengenakan stelan baju lengan panjang motif sasirangan warna hijau usai berkonsultasi\u00a0dengan\u00a0penasehat hukumnya.<\/p>\n<p>Ditanya usai sidang mengenai janjinya mengembalikan uang ribuan nasabah yang nilainya mencapai Rp800\u00a0<a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/pengusaha-intan-martapura-divonis-65-tahun-penjara.html#\">miliar<\/a>,\u00a0pengusaha\u00a0intan\u00a0itu menyatakan kesanggupannya membayar.<\/p>\n<p>&#8220;Saya siap mengembalikan uang seluruh nasabah asalkan dibebaskan dari segala tuntutan dan janji itu selalu saya tekankan. Namun, melihat\u00a0vonis\u00a0ini, kami masih berpikir mencari jalan keluar, salah satunya melalui upaya banding,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Jaksa Penuntut Umum Muhammad Fadlan menyatakan pikir-pikir atas putusan yang dijatuhkan majelis\u00a0hakim\u00a0terhadap terdakwa.<\/p>\n<p>Sementara itu, sejumlah nasabah menyatakan kekecewaannya atas putusan yang dijatuhkan majelis\u00a0hakim\u00a0terhadap terdakwa dan mereka berharap\u00a0pengusaha\u00a0intan itu dibebaskan.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tentu saja kecewa\u00a0dengan\u00a0putusan itu karena apabila\u00a0Lihan\u00a0dihukum lalu bagaimana dia bisa mengembalikan uang yang kami tanamkan,&#8221; ujar seorang ibu setengah baya yang ditemui usai sidang.<\/p>\n<p>Kasus yang menjerat terdakwa yang juga seorang\u00a0pengusaha\u00a0intan\u00a0asal Kota\u00a0Martapura, Kabupaten Banjar itu berawal dari bisnis investasi yang dijalankannya\u00a0dengan\u00a0sistem bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh dari bisnis jual beli\u00a0intan.<\/p>\n<p>Bisnis itu dijalankan sejak\u00a0tahun\u00a02000 hingga berhasil mengumpulkan ribuan nasabah\u00a0dengan\u00a0jumlah investasi mencapai Rp800\u00a0miliar\u00a0namun menjelang akhir\u00a0tahun\u00a02009, bagi hasil atas keuntungan macet dan tidak mampu dibayarkan\u00a0kepada para nasabah.<\/p>\n<p>Sumber :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/pengusaha-intan-martapura-divonis-65-tahun-penjara.html\" target=\"_blank\">https:\/\/www.merdeka.com\/peristiwa\/pengusaha-intan-martapura-divonis-65-tahun-penjara.html<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hakim\u00a0Pengadilan\u00a0Negeri\u00a0Martapura,\u00a0KalimantanSelatan,\u00a0menjatuhkan\u00a0vonis\u00a0kepada\u00a0pengusaha\u00a0intan\u00a0asal\u00a0Martapura,\u00a0Lihan,\u00a0denganhukuman\u00a06,5 tahun penjara\u00a0dan\u00a0denda\u00a0Rp10\u00a0miliar\u00a0subsider\u00a0empat\u00a0bulan\u00a0kurungan. Vonis\u00a0dijatuhkan majelis\u00a0hakim\u00a0yang dipimpin Edy Suwanto dalam sidang putusan yang digelar di ruang sidang utama PN setempat, Senin siang, dihadiri terdakwa\u00a0Lihan\u00a0yang didampingi penasehat hukumnya, Syakrani. Vonis\u00a0tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Fadlan, yang menuntut terdakwa\u00a0dengan\u00a0hukuman\u00a013\u00a0tahun\u00a0penjara\u00a0dan\u00a0denda\u00a0Rp10\u00a0miliar\u00a0subsider\u00a0enam\u00a0bulan\u00a0kurungan. Majelis\u00a0hakim\u00a0dalam amar putusannya menyatakan terdakwa warga Desa Cindai Alus\u00a0Martapura\u00a0itu terbukti bersalah melakukan pelanggaran tindak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":935,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false},"categories":[496,224,247,251],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934"}],"collection":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=934"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":936,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/934\/revisions\/936"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/935"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=934"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=934"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=934"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}