    {"id":1398,"date":"2018-02-15T10:12:24","date_gmt":"2018-02-15T03:12:24","guid":{"rendered":"http:\/\/penipuankeuangan.com\/?p=1398"},"modified":"2021-05-07T15:46:52","modified_gmt":"2021-05-07T08:46:52","slug":"nuryanto-tukang-bubur-pimpinan-pandawa-beraset-miliaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/nuryanto-tukang-bubur-pimpinan-pandawa-beraset-miliaran\/","title":{"rendered":"Nuryanto, tukang bubur pimpinan Pandawa beraset miliaran"},"content":{"rendered":"<p>Salman\u00a0Nuryanto\u00a0bukanlah penjaja bubur yang dikenal jago memasak. Pria bernama asli Dumeri itu dikenal karena berstatus buron kepolisian sejak melarikan dana masyarakat yang dia kumpulkan melalui Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group (KSP PMG).<\/p>\n<p>Empat hingga lima tahun lalu,\u00a0Nuryanto\u00a0bukanlah siapa-siapa. Jalan hidup pria asal Pemalang, Jawa Tengah, itu berubah sejak mendirikan koperasi simpan pinjam bersama 21 koleganya, akhir November 2014.<\/p>\n<p>Saat akta pendirian koperasi itu terbit,\u00a0Nuryanto\u00a0tidak lagi berjualan bubur ayam. Ia pindah dari Perumahan Sawangan Permai di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, ke Palem Ganda Asri, Kelurahan Meruyung\u2014sebuah kompleks perumahan milik eks terpidana perambah sepertiga hutan lindung Indonesia, Darianus Lungguk Sitorus.<\/p>\n<p>Rumah baru\u00a0Nuryanto\u00a0bertarif Rp40 juta per tahun. Di kediamannya itu, secara perlahan\u00a0Nuryanto\u00a0membangun usaha investasi berkedok koperasi yang belakangan diiketahui bodong.<\/p>\n<p>Warga Palem Ganda Asri bernama Felicia Gracias, menceritakan pengalamannya hidup bersebelahan dengan\u00a0Nuryanto.<\/p>\n<p>\u201cSewaktu dia masuk perumahan ini, dia mengaku berprofesi tukang bubur. Lalu banyak mobil agen perjalanan masuk ke kompleks ini, jadi saya kira dia pengusaha travel,\u201d kata Felicia kepada\u00a0<em>CNNIndonesia.com<\/em>, 9 Februari lalu.<\/p>\n<p>Kesan pertama Felicia kepada\u00a0Nuryanto\u00a0perlahan berubah. Setiap hari, rumah\u00a0Nuryanto semakin sering dikunjungi orang. Ia berkata,\u00a0Nuryanto\u00a0juga mulai rutin mengadakan pengajian malam hari yang dihadiri ratusan hingga ribuan peserta.<\/p>\n<p>Hilir-mudik peserta pengajian itu, kata Felicia, tak jarang mengusik ketenangan warga kompleks. Bukan lantaran pengajiannya, tetapi motor dan mobil yang dikendarai tamu\u00a0Nuryanto\u00a0menutup akses warga perumahan.<\/p>\n<p>Tata suara yang sangat nyaring membuat Felicia dan para tetangga tak nyaman.<\/p>\n<p>Belakangan Felicia paham, acara saban Kamis malam itu merupakan modus\u00a0Nuryanto menjaring calon anggota KSP PMG. Felicia menunjukkan video acara rutin Pandawa yang ia rekam dari balkon rumahnya.<\/p>\n<p>\u201cTaruh harta di tangan, jangan taruh harta di hati. Biarlah hati sampeyan penuh dengan Allah, jadi kalau harta hilang, sampeyan bisa mencari lagi,\u201d kata\u00a0Nuryanto\u00a0kepada ribuan anggota dan calon anggota Pandawa.<\/p>\n<p><strong>Seperti Diponegoro<\/strong><\/p>\n<p>Orang-orang yang menginvestasikan uang ke Pandawa menaruh hormat tinggi kepada\u00a0Nuryanto. Saat bertemu\u00a0Nuryanto, mayoritas dari mereka selalu menjalankan ritual mencium tangan kanan ketua KSP PMG itu.<\/p>\n<p>Penampilan\u00a0Nuryanto\u00a0berbeda dengan orang kebanyakan. Ia selalu mengenakan baju terusan dan penutup kepala khas Pangeran Diponegoro. Dari atas hingga bawah, setelan\u00a0Nuryanto serba putih.<\/p>\n<p>Setibanyanya di Palem Ganda Asri dari tanah suci,\u00a0Nuryanto\u00a0disambut ratusan anggota Pandawa dan iring-iringan\u00a0<em>marching band<\/em>. Felicia berkata,\u00a0Nuryanto\u00a0sangat diagung-agungkan.<\/p>\n<p>Kehidupan\u00a0Nuryanto\u00a0memang jauh dari profesi penjual bubur yang selalu dia banggakan. Menurut Felicia, tetangganya itu memiliki kendaraan mewah, antara lain Alphard putih berpelat B 5 PDW, Jeep berpelat B 1 PDW dan beberapa motor balap.<\/p>\n<p>Nuryanto\u00a0juga kerap dikawal\u00a0<em>voorijder<\/em>\u00a0saat berpergian. Sejumlah testimoni Felicia itu linier dengan sejumlah potret kemewahan yang diunggah putri\u00a0Nuryanto\u00a0ke akun Instagramnya.<\/p>\n<p>Nuryanto\u00a0seolah ingin membangun kerajaan. Sebagian besar rumah di sekeliling kediaman\u00a0Nuryanto\u00a0disewa anggota Pandawa yang memegang titel\u00a0<em>diamond<\/em>\u00a0atau mereka yang telah menginvestasikan uang lebih dari Rp12 miliar hingga Rp14 miliar di koperasinya.<\/p>\n<p>Felicia yang merupakan salah satu pentolan warga Palem Ganda Asri penolak Pandawa menuturkan, 15 persen dari sekitar 430 rumah di kompleks itu disewa anak buah\u00a0Nuryanto.<\/p>\n<p>Tetangga sebelah kiri\u00a0Nuryanto\u00a0adalah Ainun Pujo Wiryawan, seorang mayor di Pusat Hidro Oseanografi TNI AL yang tercatat sebagai Anggota Pengawas KSP PMG.<\/p>\n<p>Sejak Satgas Waspada Investasi mengendus penghimpunan dana masyarakat ilegal yang dilakukan Pandawa Mandiri Group, Oktober 2016, anak buah\u00a0Nuryanto\u00a0mulai ketar-ketir. Namun pada sejumlah kesempatan,\u00a0Nuryanto\u00a0sempat meminta anggotanya tenang.<\/p>\n<p>Sebelum Satgas terjun, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok telah terlebih dulu mengeluarkan fatwa haram atas investasi ilegal Pandawa, 20 Juni 2016. Namun keputusan MUI Depok itu tak digubris.<\/p>\n<p>\u201cKalau saya mau menipu sampeyan, saya sudah kabur dari kemarin. Saya berniat baik dari awal. Saya dulu bersumpah, kalau saya sukses, itu bukan untuk saya, tapi untuk sampeyan semua. Pegang omongan saya,\u201d kata\u00a0Nuryanto.<\/p>\n<p>Faktanya,\u00a0Nuryanto\u00a0sempat\u00a0hilang dan baru saja ditangkap Polda Metro Jaya hari ini, Senin (20\/2).<\/p>\n<p>Pada 1 Februari lalu, ratusan anggota Pandawa mendatangi rumah\u00a0Nuryanto. Tanggal itu merupakan tenggat waktu pengembalian uang Pandawa kepada para anggota yang ditetapkan Satgas.<\/p>\n<p>Jumat 10 Februari lalu, usai gelar perkara, Polda Metro Jaya menetapkan\u00a0Nuryanto\u00a0menjadi tersangka dengan jeratan pasal pencucian uang. Komisaris Besar Argo Yuwono, juru bicara Polda, berkata penyidik akan mencari keberadaan\u00a0Nuryanto\u00a0di dalam maupun di luar yuridiksi hukum mereka.<\/p>\n<p>Merujuk data OJK dari sejumlah kuasa hukum korban, dana masyarakat yang telah dihimpun\u00a0Nuryanto\u00a0mencapai lebih dari\u00a0Rp1 triliun. Duit itu berasal dari sekitar 549 ribu anggota Pandawa di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Di balik pengusutan kepolisian yang masih berjalan, sejumlah korban dan tetangga\u00a0Nuryanto menduga bekas tukang bubur itu bukanlah dalang utama usaha investasi bodong Pandawa.<\/p>\n<p>\u201cBukannya saya mau mencela, tapi lihat saja penampilannya, dia terlihat sekali tidak berpendidikan,\u201d kata Felicia.<\/p>\n<p>Soal pendidikan,\u00a0Nuryanto\u00a0juga pernah berkelakar kepada para \u2018nasabah\u2019 Pandawa. \u201cSaya hanya lulusan SD,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sumber :\u00a0<a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20170219175358-12-194529\/nuryanto-tukang-bubur-pimpinan-pandawa-beraset-miliaran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.cnnindonesia.com\/nasional\/20170219175358-12-194529\/nuryanto-tukang-bubur-pimpinan-pandawa-beraset-miliaran<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salman\u00a0Nuryanto\u00a0bukanlah penjaja bubur yang dikenal jago memasak. Pria bernama asli Dumeri itu dikenal karena berstatus buron kepolisian sejak melarikan dana masyarakat yang dia kumpulkan melalui Koperasi Simpan Pinjam Pandawa Mandiri Group (KSP PMG). Empat hingga lima tahun lalu,\u00a0Nuryanto\u00a0bukanlah siapa-siapa. Jalan hidup pria asal Pemalang, Jawa Tengah, itu berubah sejak mendirikan koperasi simpan pinjam bersama 21 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1399,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[515,75,226,69],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1398"}],"collection":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1398"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1398\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1400,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1398\/revisions\/1400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1398"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1398"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1398"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}