    {"id":115,"date":"2018-01-15T13:40:21","date_gmt":"2018-01-15T06:40:21","guid":{"rendered":"http:\/\/penipuankeuangan.com\/?p=115"},"modified":"2021-05-07T14:57:24","modified_gmt":"2021-05-07T07:57:24","slug":"ratusan-orang-tertipu-investasi-palsu-dream-for-freedom","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/ratusan-orang-tertipu-investasi-palsu-dream-for-freedom\/","title":{"rendered":"Ratusan Orang Tertipu Investasi Palsu Dream for Freedom"},"content":{"rendered":"<p><strong>TEMPO.CO<\/strong>,\u00a0<strong>Banjarmasin\u00a0<\/strong>&#8211; Empat orang duduk lesehan di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah\u00a0 Kalimantan Selatan, Senin, 30 Mei 2016. Sambil membawa tumpukan berkas yang dibungkus tas plastik, mereka rehat sejenak setelah mengadukan nasibnya ke Dewan. \u201cNiat kami melaporkan agar uang kami kembali dan pelaku ditangkap,\u201d ujar salah seorang dari mereka, Depia Nurmayasari.<\/p>\n<p>Depia mengaku sebagai korban investasi abal-abal berkedok \u201ckomunitas saling membantu\u201d dengan\u00a0 nama Dream for Freedom. Menurut dia, pemimpin Dream for Freedom\u00a0 adalah seorang dosen di sebuah universitas negeri berinisial MSR.<\/p>\n<p>Pria itu, kata Depia, menawarkan imbal hasil investasi dengan bunga satu persen per hari.\u00a0 Adapun skema pembayarannya ialah imbal hasil setiap 15 hari sekali atau dua kali sebulan. \u201cDibayarkan selama tujuh bulan lamanya,\u201d kata Depia.<\/p>\n<p>Depia percaya MSR membawahi 10 ribu member di wilayah Kalimantan Selatan. Namun, kata dia, cuma 2.000 member yang berani melapor atas kerugian investasi tersebut. \u201cIntinya duduk-duduk manis saja sudah dapat uang. Ternyata uang yang kita setor untuk membayar anggota baru dan begitu seterusnya,\u201d ujar Depia.<\/p>\n<p>Depia mengaku buta soal skema investasi yang ditawarkan itu. Depia tertarik ikut lantaran iming-iming imbal hasil yang cukup menggiurkan. Ia bergabung Dream for Freedom pada November 2015 dengan investasi\u00a0 Rp 50 juta. \u201cSebulan pertama lancar pembayarannya, tapi setelah itu berhenti. Saya baru terima Rp 20 juta saja,\u201d ujar Depia.<\/p>\n<p>Tak kunjung dapat pencairan berikutnya, Depia mulai menaruh curiga. Lewat Internet, ia mencari kejelasan soal investasi berkedok \u201ckomunitas saling membantu\u201d itu. Depia kaget setelah melihat investasi yang ditawarkan MSR sejatinya tak ubahnya seperti\u00a0<em>money<\/em>\u00a0<em>game<\/em>.<\/p>\n<p>Ia pun berusaha menghubungi MSR melalui BlackBerry Messanger. \u201cSilakan saja kalau mau melaporkan ke polisi. Saya ini kebal hukum,\u201d kata Depia menirukan respons MSR.<\/p>\n<p>Nasib apes juga dirasakan oleh Supardi. Ia terlanjur menaruh duit Rp 15 juta ke MSR. Bergabung pada Februari 2016, pekerja serabutan itu baru menerima imbal hasil Rp 750 ribu. Bahkan yang lebih miris, Supardi mengaku bahwa isterinya, Yanti, jatuh sakit akibat dua bulan tak kunjung ada pencairan duit.<\/p>\n<p>\u201cSaya tertarik ikut karena bunganya besar. Padahal saya mau benahi rumah kami,\u201d ujar Supardi seraya memperlihatkan foto rumahnya yang berdinding kayu dengan atap seng.<\/p>\n<p>Menurut Depia, MSR\u00a0 menyasar calon anggota dari strata sosial rendah yang relatif buta investasi. Baik Supardi dan Depia berharap MSR segera mengembalikan duit anggota yang terlanjur masuk rekening Dream for Freedom. Mereka berencana melaporkan model investasi menyimpang Dream for Freedom kepada Otoritas Jasa Keungan Kalimantan Selatan.<\/p>\n<p>Sumber :\u00a0<a href=\"https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/775250\/ratusan-orang-tertipu-investasi-palsu-dream-for-freedom\" target=\"_blank\">https:\/\/nasional.tempo.co\/read\/775250\/ratusan-orang-tertipu-investasi-palsu-dream-for-freedom<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TEMPO.CO,\u00a0Banjarmasin\u00a0&#8211; Empat orang duduk lesehan di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah\u00a0 Kalimantan Selatan, Senin, 30 Mei 2016. Sambil membawa tumpukan berkas yang dibungkus tas plastik, mereka rehat sejenak setelah mengadukan nasibnya ke Dewan. \u201cNiat kami melaporkan agar uang kami kembali dan pelaku ditangkap,\u201d ujar salah seorang dari mereka, Depia Nurmayasari. Depia mengaku sebagai korban [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":116,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_exactmetrics_skip_tracking":false},"categories":[510,72,64,224],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115"}],"collection":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":117,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115\/revisions\/117"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/116"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/uangpedia.com\/penipuankeuangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}