Banyak cara atau trik oleh pelaku penipuan untuk mencari calon korbannya, mulai dari via telepon, SMS undian dan lain sebagainya. Dan yang satu ini, ia mencari mangsanya di dunia maya atau internet. Hal ini dialami oleh seorang ibu Nr yang berdomisili di Pekanbaru, Riau. Awalnya ia saling tukar informasi dan berbagi cerita dengan sang penipu yang mengaku bernama Jend Micheal Barrett yang berdomisi di Boston-USA.
Dalam menjalankan aksinya, penipu ini mengaku sedang mengemban tugas kenegaraan dan tidak lama lagi akan pensiun. Singkat cerita, sang penipu berencana mau liburan ke Indonesia, untuk meyakinkan calon mangsanya dia memberi semua nomor teleponnya (tiga nomor HP) dan disamakan dengan nomor telepon calon korban serta memberi tahu bahwa oleh-oleh berbentuk parcel sudah dikirim dari Boston hari Sabtu 31/3/12 dan surat bukti pengiriman di e-mail. Tiba di Pekanbaru Riau sekitar tanggal 2/3/12. Dan pada hari Senin pagi, ibu Nr menerima telepon yang mengaku bernama Suti via HP bernomor 085773953280 dan bekerja di BC Bandara Soekarno Hatta mengatakan bahwa paket berupa parcel kiriman Jend Micheal Barrett sudah tiba di bandara via jasa angkutan GSL Shipping Express Company United States Of America dan meminta ibu Nr segera membayar pajak dan administrasinya segera sebesar Rp 14.495.000 baru paket tersebut bisa dikirim ke Pekanbaru. Namun ibu Nr protes mengapa tidak di Pekanbaru pembayarannya, Suti mengatakan bahwa jasa titipan GSL tidak memiliki cabang di Indonesia.
Merasa ada yang ganjil dalam hal ini, ibu Nr memberitahu ke SKU Melayu Pos, dan langsung menghubungi si penelepon yang mengaku dari bandara Soekarno Hatta, saat ditanya dia bekerja di BC Soekarno Hatta dan MP mengirim SMS apa benar ada pengiriman paket berupa parcel untuk ibu Nr dari Micheal Barrett, Suti membenarkan dan sedang menunggu dana pajak dan Adm baru dikirim ke Pekanbaru. Dan yang lebih aneh lagi, Suti meminta agar ditransfer ke BCA No Rek 6030833978 An Arianti Kusuma.
Akhirnya Melayu Pos pun langsung menghubungi kantor BC Soekarno Hatta untuk menanyakan hal ini dan diterima oleh Swasti. Setelah dicek, ternyata pengiriman parcel tersebut sama sekali tidak ada. Dan yang bernama Suti juga tidak ada yang bekerja di BC Soekarno Hatta. Dari sinilah mulai terungkap jaringan modus penipuan dan sebelum ini pun sudah ada beberapa orang yang datang ke mereka untuk menanayakan hal serupa, bahkan ada sebagian sudah menyetor uang Rp 30 juta ke rekening pribadi.
Swasti menegaskan pembayaran pajak di setor ke rekening Direktorat Jend Bea dan Cukai bukan ke rekening pribadi. Swasti menghimbau kepada lapisan masyarakat agar jangan langsung percaya dengan pemberitahuan adanya pengiriman berupa paket seperti itu. “Alangkah baiknya di cek ke instansi yang terkait dan jangan menyetor uang ke rekening yang tidak jelas, apalagi yang namanya menyangkut pajak,” himbaunya.
Sang penipu merasa kedoknya belum diketahui calon korbannya, dua hari kemudian Suti menelepon ibu Nr mendesak agar segera membayar uang tersebut dan tidak menerima uang kontan tapi ditranster, lalu bukti transfernya di bawa ke BC Bandara untuk pengambilan barang paket parcel tersebut.
Sumber : http://melayu-pos.blogspot.co.id/2012/04/awas-penipuan-berkedok-parcel-dari-luar.html




