adi, beberapa minggu yang lalu, ada salah satu temen deket gue yang minta curhat. Ternyata selama ini dia menyimpan rahasia dari gue *apaan sih* yaitu bahwa dia sedang dipedekate oleh seorang laki-laki Inggris yang dia kenal lewat facebook. Katanya, si laki suka ngerayu dia dengan kata-kata manis, dan belum-belum ternyata udah mau ngirimin temen gue ini suatu hadiah yang bernilai puluhan juta rupiah.
Yes, you know where this story is going.
Berikut adalah screenshot pembicaraan kita:
.
Semua detail yang ditutupin warna hitam adalah editan gue. Bukan untuk melindungi scammer ya, tapi untuk nyembunyiin identitas temen gue. Si scammer udah tau nama lengkap, nomor HP, alamat kantor, e-mail, facebook, dan pekerjaan temen gue … jadi untuk menutupi kemungkinan si penipu tambah marah-marah dan neror temen gue gara-gara blog post ini.
Jadi, di invoice yang dikirim oleh si scammer, dia — katanya sih — ngirimin tiga buah iphone 6+, laptop merek apple, banyak perhiasan permata, dan lain-lain. Nilai totalnya itu hampir nyampe £1000.
Ya, siapapun akan tergoda. Pasti mikirnya, engga ada ruginya, kan?
Lagian, siapa sih yang bakalan ngabisin waktu sampe setaun cuma buat ngebo’ongin orang di facebook?
Jangan salah, karena scammer ini jangka mainnya bisa sampe puluhan tahun. Dan ingat, mereka engga cuma mainin satu orang doang dalam waktu yang sama. Selagi nge-scam elo, mereka juga nge-scam puluhan, mungkin ratusan orang lainnya.
Di invoice yang dikirim itu, ada website si perusahaan kurir. Dan memang, para scammer ini bener-bener licik dan engga main-main. Mereka bikin website untuk perusahaan kurir palsu, dan airway bill / tracking code yang mereka sediakan bisa digunakan untuk “melacak” paket yang katanya dikirim itu.
Sekarang gue coba buka websitenya, udah engga bisa lagi. Tapi untungnya dulu udah gue screenshot. Begini tampilan yang muncul begitu gue lacak pengiriman paketnya pake nomor airway bill yang tersedia di invoice:
Lagi-lagi, semua detail gue itemin (jadi engga guna juga yak, gue share?) TAPI isinya itu semuanya sama dengan yang tertera di invoice.
Nama temen gue di kolom name, nomornya di kolom contact number … dan seterusnya … dan detail barang-barang yang dikirim pun sama.
Jadi, gue engga heran sih kalau banyak yang tertipu. Apa lagi kalau kita sudah menghabiskan waktu satu tahun ngobrol baik lewat chat atau telpon … apa lagi kalau si scammer suka ngerayu gitu … banyak orang yang bakal klepek-klepek kalau engga curigaan atau skeptis macam gue (kalo gue mah parno namanya).
Saran gue adalah research! Google adalah gudang ilmu. Masalahnya adalah pinter-pinternya kita milih informasi mana yang bener, dan mana yang receh.
Pas dulu gue google nama jasa kurir abal-abal ini, nama jasa kurir “Deltex Courier Service” juga muncul bersama dengan “Deltex Express Courier” dan “Deltex Express Delivery”, dan semacamnya. Websitenya pun macam-macam. Jadi engga jelas, apakah memang ada perusahaan dengan nama ini, dan kalaupun ada, yang mana yang asli?
Periksa aja sih masing-masing websitenya. Kalau mereka menyediakan nomor telpon, alamat e-mail, dan alamat kantor, di-research juga.
Berhubung temen gue ini dikasinya website http://www.deltexcs.com (yang sekarang udah engga bisa dibuka lagi), gue pun nge-researchnya ya website itu.
Mereka bahkan engga menyediakan nomor telpon kantor yang bisa dihubungi. Mana ada sih perusahaan kurir antar-negara yang engga nyediain nomor telpon?
Tampilan website pun masih banyak yang gagal nge-load. Ada bagian informasi seperti “About Us” yang memang wajar ditemukan di website resmi — tapi banyak kesalahan spelling dan grammar. Bahkan engga ada pilihan bahasa. Pikirkan saja secara logis — jasa pengiriman skala internasional, masa cuma tersedia dalam Bahasa Inggris?
Kalau sekarang gue cari nama perusahaan ini dan gue buka situs yang muncul di google, mereka ngakunya kantor pusatnya di Pakistan, tapi ada beberapa alamat kantor cabang di berbagai negara lain. Lha, tapi kok engga ada website lokal per negara?
Misalnya DHL — pasti ada DHL.nl (Belanda), DHL.co.id (Indonesia), DHL.com.au (Australia), dsb.
Terus, gue periksa juga dong alamat yang tertera untuk kantor cabang mereka di Australia dan Kanada — dan, ternyata kedua alamat tersebut adalah alamat rumah kosong yang lagi dijual.
Gue engga ngatain ini perusahaan palsu, yak.
Mungkin saja memang ada perusahaan kurir asli dengan nama DCS, dan sayangnya dirusak namanya oleh scammer. Tapi intinya, jangan mudah percaya hanya karena ada website, nomor telpon, alamat, dsb. Zaman edan gini, scammer tambah pinter nipu.
Modus penipuan paket bukan cuma masalah pajak doang.
Bahkan ada modus dimana si penipu akan bilang ke elo bahwa barangnya dikirim lewat jasa diplomatik, dan paketnya diambil oleh staf kedutaan.
Mungkin kecuali pengirim barang lo adalah presiden Amerika atau pangeran suatu kerajaan, dan kecuali elo adalah orang yang penting banget di muka bumi ini, kagak mungkin ada kedutaan yang akan nerima paket buat elo semacam mereka jasa penitipan barang.
Lagian, sepercayanya kalian ada kenalan yang mau ngirimin kalian paket, yakin lo mau nerima barang dari orang yang engga kalian kenal secara personal? Yang baru ketemu online? Yang engga kalian ketahui latar belakangnya seperti apa, atau bahkan belum pernah kalian temui tatap muka sebelumnya?
Hati-hati saja, karena modus yang serupa sering digunakan juga untuk perdagangan narkoba. Salah-salah, elo ikut terperangkap.
Gue udah sering banget denger kisah-kisah scam — bukan hanya karena pekerjaan gue — tapi juga dari lingkungan sekitar gue sendiri. Dari tetangga yang drop-out waktu SMP. Sepupu yang hobby jalan-jalan ke luar negeri. Tante yang mantan pejabat. Dari temen yang kere hingga bapak-bapak tajir. Bahkan emak gue sendiri hampir kena scam.
Jadi, masalah gampang-enggaknya lo bakal kena scam, bukan murni masalah pendidikan, atau berapa sering lo keliling dunia. Bukan masalah status ekonomi atau sosial. Semua orang bisa jadi target scam dan kalau kurang waspada, bisa juga terperangkap.
So be careful, guys!
.
**update kabar dari temen gue** Blog post ini gue tulis hari Jumat, tanggal 23 Februari. Hari ini (tanggal 25) gue dapet kabar lagi dari si temen gue kalau ternyata dugaan gue memang bener. Si laki yang ngaku orang Inggris ini bilang kalau paketnya ketahan di bandara Indonesia dan perlu ditebus lima puluh juta rupiah, dan dia minta temen gue bayarin dulu karena rekening bank dia lagi bermasalah.
Kata si “orang Inggris” ini, dia ngasi no. telpon temen gue ke kenalannya, seorang petugas bandara Indonesia yang bakal bantuin dia nebus dengan harga yang lebih murah. Kayaknya temen gue bakal ganti nomor HP sih sekarang karena ditelpon terus sama nomor yang dia curigain adalah si “petugas bandara” -___-)
Sumber : https://menurutmae.wordpress.com/2018/02/26/penipuan-bermodus-kiriman-paket/




