Pemilik sekaligus Presiden Direktur PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours & Travel), Muhammad Hamzah Mamba (35), menegaskan kasus penipuan PT First Travel, akhir Agustus 2017 lalu, tak akan berdampak serius kepada bisnis utamanya, jasa travel umrah dan haji yang dia kelola.
“Insyallah, kita aman-aman saja. Kami tetap akan memberangkatkan jamaah sesuai jadwal, “ katanya kepada Tribun, di lantai 3 Silverhawk, kafe miliknya di Jl Mappaoddang, Mamajang, Makassar, Selasa (19/9/2017) malam.
Inilah kali pertama, bos Abu Travel, berbicara terbuka kepada media massa, setelah rangkaian verifikasi oleh otoritas haji dan umrah provinsi, Kementerian Agama Wilayah Sulsel (Kemenag) Sulsel, dan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Sulsel terdiri dari 7 lembaga pemerintah; Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Polda Sulsel, Kejati Sulsel, Dinas Koperasi Sulsel, Dinas Kominfo Sulsel, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah.
Di hadapan mereka, dia mempresentasikan company profile perusahaanya di depan Kanwil Kemenang dan kondisi usahanya saat ini.
“Abu Tours berbeda dengan First Travel. Buktinya? Ada tidak jamaah kami yang tidak berangkat? Ada laporan tidak? Kan tidak ada,” kata Abu Hamzah, sapaan penanya kala merilis buku Ayo Bisnis Umroh pada 2014 silam.
Didampingi Manager Distrik Abu Tours and Travel Wilayah Timur Elan Suherlan, dan sejumlah petinggi kelompok usaha ini, Abu Hamzah beberapa kali menegakskan, akan memberangkatkan jamaah, mulai Oktober ini.
Menurutnya, pada prinsipnya, dengan rangkaian kebijakan bisnis haji dan umrah yang sepenuhnya ada di pihak kerajaan Arab Saudi, perusahaan penerbangan, dan provider haji/umrah, tak ada bisnis wisata spiritual di Indonesia yang 100 % aman.
“Bisnis ini banyak risiko, tapi sepanjang niat kita untuk memberangkatkan jamaah sebanyak-banyaknya, berbagi, Insyallah atas Ridha Allah, semua akan jalan seperti sebelum-sebelumnya,” ujar ayah tiga anak ini.
Kini Abu Corp mengendalikan bisnis umrah, haji, kuliner, production house, percetakan, dan yayasan amal sekolah tahfidz dan pesantren anak yatim. Kini memiliki 34 kantor cabang di 14 provinsi.




