Sindrom Finansial

Sindrom adalah himpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak (muncul bersama-sama) dan menandai ketidaknormalan tertentu; hal-hal (seperti emosi atau tindakan) yang biasanya secara bersama-sama membentuk pola yang dapat diidentifikasi (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Dengan demikian, Sindrom Finansial bisa diartikan sebagai pola ketidaknormalan yang disebabkan oleh cara pandang yang berhubungan dengan uang.

Ikuti Tes untuk mengetahui Sindrom Finansial yang Anda miliki:

TES SINDROM FINANSIAL

Di bawah ini adalah daftar dari dua puluh (20) Sindrom Finansial yang berasal dari lima (5) penyebab.

I. Perspective on Self (Cara Pandang tentang Diri Sendiri)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang yang Anda miliki terhadap diri Anda sendiri. Dampak dari sudut pandang ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, berusaha menikmati hidup dengan cara menggunakan banyak uang. Di sisi ekstrim lainnya, Anda merasa sangat bersalah ketika mengeluarkan uang untuk diri Anda sendiri. Kedua ekstrim ini akan membuat hidup Anda menderita. Oleh karena itu, Anda harus berusaha memiliki cara pandang yang benar tentang diri Anda.

Ada tujuh (7) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-anak-raja

Sindrom ini akan menyebabkan Anda menganggap bahwa diri Anda sebagai “Anak Raja” yang pantas untuk menerima semua hal terbaik yang ada di dunia ini. Tidak peduli bagaimanapun kondisi keuangan yang Anda miliki, Anda harus mendapatkan semua yang terbaik. Akibatnya, kondisi keuangan Anda biasanya akan menjadi hancur. Biasanya, Anda akan memiliki banyak utang.

sindrom-show-case

[/fusion_text]

[/fusion_text]

Sindrom ini menyebabkan Anda menganggap diri Anda sebagai show case (tempat untuk menunjukkan) semua barang yang Anda miliki. NIlai diri Anda ditentukan dari berapa banyak dan berapa mahal barang yang bisa Anda tunjukkan. Anda akan cenderung membeli barang bukan untuk mendapatkan fungsi dari barang tersebut tetapi dari bagaimana barang itu terlihat hebat ketika Anda letakkan pada show case Anda.

Akibatnya, kondisi keuangan Anda biasanya akan menjadi hancur. Biasanya, Anda akan memiliki banyak utang.

sindrom-model

Sindrom ini menyebabkan Anda menganggap diri Anda model yang dikagumi oleh banyak orang karena memiliki banyak barang. Anda membeli banyak barang dengan tujuan utama membuat orang kagum. Akibatnya, Anda akan membeli barang yang biasanya di luar kemampuan keuangan yang Anda miliki.

sindrom-nobita

Sindrom ini menyebabkan Anda bertindak seperti Nobita dalam seri Doraemon. Anda selalu berkata “Aku ingin begini, Aku ingin begitu. Aku ingin ini itu, banyak sekali.” Anda cenderung mengalami kesulitan di dalam mengelola yang Anda miliki. Akibatnya, Anda akan senantiasa mengalami kekurangan uang. Berapapun jumlah uang yang Anda miliki, tidak akan bisa memenuhi keinginan Anda yang senantiasa bertambah.

sindrom-hiding-place

[/fusion_text]

Sindrom ini membuat Anda masuk ke dalam tempat persembunyian di mana Anda tidak ingin mengetahui kondisi keuangan Anda. Anda merasa memiliki banyak masalah keuangan sehingga Anda tidak berani menghadapinya. Akibatnya, masalah keuangan yang Anda miliki bukannya menjadi tambah baik tetapi makin memburuk. Semakin cepat Anda mulai menghadapi masalah keuagan Anda, semakin cepat dan mudah Anda akan menyelesaikannya.

sindrom-minder

Sindrom ini membuat Anda menjadi minder karena tidak yakin keadaan keuangan Anda bisa seperti yang Anda inginkan. Akibatnya, Anda selalu dipenuhi dengan kekuatiran sehingga Anda tidak berani melangkah. Hal ini membuat kehidupan keuangan Anda menjadi semakin bertambah buruk.

sindrom-sakit-gigi

Sindrom ini membuat Anda merasa seperti orang yang sakit gigi karena senantiasa merasa tidak enak. Anda merasa tidak enak ketika tidak memiliki uang. Sayangnya, Anda juga merasa tidak enak ketika memiliki uang karena Anda merasa bersalah ketika memiliki uang. Akibatnya, Anda tidak akan pernah bersukacita apapun yang terjadi dalam hidup Anda.

II. Perspective on Others (Cara Pandang tentang Orang Lain)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang yang Anda miliki terhadap orang lain. Dampak dari sudut pandang ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, memandang orang dan segala sesuatu dari sisi buruknya saja. Artinya, tidak ada apapun yang benar di mata Anda. Di sisi ekstrim lainnya, Anda merasa semua orang sangat baik sehingga Anda juga bisa meminta orang lain untuk membantu masalah keuangan Anda. Kedua ekstrim ini akan membuat Anda tidak bisa melihat orang secara seimbang. Ada orang yang baik, tetapi ada juga orang yang buruk. Jangan sampai Anda salah menilai. Cara pandang yang tidak seimbang akan bisa membuat Anda memiliki masalah keuangan.

Ada empat (4) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-fobia-orang-lain

Sindrom ini membuat Anda senantiasa memandang orang lain dengan negatif. Ketika Anda memiliki uang, Anda merasa siapapun yang sedang mendekati Anda memiliki tujuan ingin mengambil uang dari diri Anda. Akibatnya, Anda sering terlihat tidak peduli dengan orang lain dan sulit untuk bekerja sama dengan orang lain.

sindrom-fobia-orang-kaya

Sindrom ini membuat Anda senantiasa memandang curiga orang kaya dan menganggap semua orang kaya berbuat tidak baik. Akibatnya, Anda sendiri tidak mau mendapatkan kekayaan karena Anda menganggap kondisi Anda akan menjadi lebih buruk saat Anda mendapatkan kekayaan. Tanpa sadar, Anda sudah membangun tembok yang menghalangi Anda dari mendapatkan kekayaan melimpah.

sindrom-fobia-orang-miskin

Sindrom ini membuat Anda senantiasa memandang orang miskin sebagai orang gagal yang tidak mau berusaha mengubah nasib mereka sendiri. Anda sama sekali mengabaikan bahwa bisa saja mereka miskin karena tidak mendapatkan kesempatan. Akibatnya, Anda akan keberatan membantu orang miskin yang membutuhkan pertolongan Anda.

sindrom-berdikari

Sindrom ini membuat Anda memiliki pandangan yang salah dalam menerima bantuan dari orang lain. Di satu sisi, Anda bisa sangat membutuhkan bantuan orang lain. Artinya, Anda merasa orang lain sangat baik dan akan memberikan bantuan keuangan jika Anda meminta. Namun di sisi lainnya, Anda merasa bersalah ketika menerima bantuan orang lain. Akibatnya, Anda tidak bisa menerima manfaat yang besar dari bantuan yang diberikan oleh orang lain.

III. Perspective on Money (Cara Pandang tentang Uang)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang yang Anda miliki terhadap uang. Dampak dari sudut pandang ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, memandang uang dari sisi buruknya saja. Artinya, memiliki uang hanya akan memberikan kerugian kepada Anda. Di sisi ekstrim lainnya, Anda memandang uang dari sisi baiknya saja sehingga membuat uang bagian terpenting dalam hidup Anda. Kedua ekstrim ini akan membuat Anda memiliki masalah keuangan. Uang hanyalah alat bantu, baik dan buruknya tergantung dari Anda sebagai pemiliknya.

Ada tiga (3) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-semua-karena-uang

Sindrom ini membuat Anda merasa bahwa semua masalah yang ada di dalam hidup Anda akan selesai ketika Anda memiliki uang. Akibatnya, solusi semua masalah yang Anda hadapi senantiasa Anda kaitkan dengan uang yang Anda miliki sehingga Anda mengabaikan penyebab lain dari masalah yang Anda hadapi. Dampaknya, Anda akan senantiasa ingin mendapatkan banyak uang untuk menyelesaikan semua masalah Anda.

sindrom-menyembah-uang

Sindrom ini membuat Anda merasa bahwa tujuan utama hidup Anda adalah mendapatkan uang. Semua aktifitas yang Anda lakukan senantiasa diarahkan kepada mencari uang. Anda sangat menghargai uang sehingga lupa untuk menghargai yang lainnya. Akibatnya, Anda memiliki uang sebagai prioritas satu-satunya dari hidup Anda dan cenderung mengabaikan yang lainnya.

sindrom-uang-adalah-jahat

Sindrom ini membuat Anda tidak mau bersentuhan dengan uang. Anda menganggap hidup Anda akan menjadi tambah buruk saat memiliki uang. Akibatnya, Anda tidak akan pernah mendapatkan cukup uang dalam hidup Anda. Jika ini terjadi, Anda menyalahkan uang yang Anda miliki sebagai penyebabnya. Dampaknya, Anda tidak akan pernah bisa menikmati hidup yang sesungguhnya.

IV. Perspective and Skill on Spending (Cara Pandang dan Ketrampilan Berbelanja)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang dan ketrampilan dalam hal berbelanja yang Anda miliki terhadap uang. Dampak dari sindrom ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, memandang berbelanja sebagai suatu aktifitas yang tidak perlu dipikirkan lagi karena merupakan hak Anda. Dengan demikian, Anda berbelanja seperti memiliki uang yang tidak akan ada habisnya. Di sisi ekstrim lainnya, Anda memandang berbelanja seperti peperangan yang harus Anda menangkan. Anda berbelanja terlalu ketat sehingga seringkali “membuang” banyak waktu hanya untuk memenangkan peperangan berbelanja. Kedua ekstrim ini akan membuat Anda memiliki masalah. Di satu sisi, Anda bisa kekurangan uang. Sebaliknya, di sisi lainnya Anda bisa senantiasa merasa bersalah ketika tidak bisa mendapatkan harga terbaik.

Ada empat (4) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-okb

Sindrom ini membuat Anda berbelanja seolah tanpa pertimbangan, seperti orang kaya baru. Anda seolah tidak menghargai uang yang sudah Anda miliki. Akibatnya, Anda mungkin memiliki banyak barang yang sebenarnya tidakterpakai. Atau jika terpa kai sekalipun, nilainya tidak sebanding dengan uang yang Anda keluarkan. Dampaknya, Anda biasanya akan senantiasa kekurangan uang.

sindrom-sungai

Sindrom ini membat Anda senantiasa mengikuti tren yang sedang ada. Begitu ada tren terbaru, Anda senantiasa mengikuti tren tersebut. Oleh karena itu, Anda seperti aliran sungai yang mengikuti ke mana tren berada. Anda akan merasa tidak enak saat tidak bisa mengikuti tren yang sedang “happening”. Akibatnya, Anda senantiasa kekurangan uang.

sindrom-shopaholic

Sindrom ini menyebabkan Anda merasa puas hanya jika bisa berbelanja. Dengan kata lain, perasaan Anda akan menjadi jauh lebih baik saat Anda bisa berbelanja. Kecanduan untuk berbelanja ini akan mengakibatkan Anda senantiasa mengalami kekurangan uang.

sindrom-paman-gober

Sindrom ini menyebabkan Anda akan bertindak seperti Paman Gober yang terkenal pelit dalam cerita Donal Bebek. Paman Gober ini secara berlebihan ingin mendapatkan harga terbaik dari setiap pembelian yang dilakukan. Akibatnya, Anda merasa bersalah ketika membeli barang yang menurut Anda bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah. Dampaknya, Anda bisa tidak dapat menikmati hidup Anda karena terlalu terobsesi untuk bisa selalu melakukan pembelian terbaik yang di bawah harga pasar untuk barang apapun yang Anda beli.

V. Perspective on Earning Money (Cara Pandang tentang Mendapatkan Uang)

Masalah keuangan Anda bisa terjadi karena cara pandang yang salah tentang mendapatkan uang. Pandangan yang salah ini bisa membuat Anda memiliki banyak masalah keuangan.

Ada dua (2) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-keamanan

Sindrom ini membuat Anda terlalu terfokus pada “keamanan” keuangan Anda. Akibatnya, Anda sama sekali tidak mau mengambil risiko yang bisa menyebabkan Anda bisa kehilangan uang Anda. Akibatnya, imbal hasil kekayaan finansial yang Anda miliki senantiasa dikalahkan oleh inflasi. Dengan kata lain, daya beli Anda sebenarnya berkurang dari tahun ke tahun.

sindrom-anak-baik

Sindrom ini membuat Anda melihat cara mendapatkan uang dengan cara tidak seimbang. Anda hanya melihat dari satu sisi, yaitu berbuat baik, sebagai sarana untuk mendapatkan uang. Anda beranggapan bahwa menjadi “anak baik” sudah cukup untuk mendapatkan uang. Dalam satu sisi, cara pandang ini membuat Anda akan bisa berbuat baik. Namun, Anda harus menyadari bahwa diperlukan lebih dari menjadi “anak baik” untuk bisa mendapatkan uang berlimpah di dalam hidup Anda.