Sindrom Finansial Konsumtif

Apakah Anda merasa semua uang Anda senantiasa habis untuk berbelanja? Anda mengerti bahwa “Pengeluaran Anda tidak boleh melebihi Pendapatan”, namun Anda tidak pernah bisa melakukannya?
Penyebab dari ini semua kemungkin besar karena Anda memiliki tingkat konsumtif yang tinggi.
Ada beberapa Sindrom* Finansial yang menyebabkan gaya hidup konsumtif Anda tidak terkontrol. Ikuti tes di bawah ini untuk melihat sindrom finansial yang Anda miliki sehingga Anda bisa mengontrol gaya hidup konsumtif yang Anda miliki.
Sindrom adalah himpunan gejala atau tanda yang terjadi serentak (muncul bersama-sama) dan menandai ketidaknormalan tertentu; hal-hal (seperti emosi atau tindakan) yang biasanya secara bersama-sama membentuk pola yang dapat diidentifikasi (Kamus Besar Bahasa Indonesia).
TES SINDROM FINANSIAL KONSUMTIF

Di bawah ini adalah daftar dari sepuluh (10) Sindrom Finansial yang berasal dari lima (3) penyebab.

I. Perspective on Self (Cara Pandang tentang Diri Sendiri)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang yang Anda miliki terhadap diri Anda sendiri. Dampak dari sudut pandang ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, berusaha menikmati hidup dengan cara menggunakan banyak uang. Di sisi ekstrim lainnya, Anda merasa sangat bersalah ketika mengeluarkan uang untuk diri Anda sendiri. Kedua ekstrim ini akan membuat hidup Anda menderita. Oleh karena itu, Anda harus berusaha memiliki cara pandang yang benar tentang diri Anda.

Ada tujuh (7) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-anak-raja

Sindrom ini akan menyebabkan Anda menganggap bahwa diri Anda sebagai “Anak Raja” yang pantas untuk menerima semua hal terbaik yang ada di dunia ini. Tidak peduli bagaimanapun kondisi keuangan yang Anda miliki, Anda harus mendapatkan semua yang terbaik. Akibatnya, kondisi keuangan Anda biasanya akan menjadi hancur. Biasanya, Anda akan memiliki banyak utang.

sindrom-show-case

Sindrom ini menyebabkan Anda menganggap diri Anda sebagai show case (tempat untuk menunjukkan) semua barang yang Anda miliki. NIlai diri Anda ditentukan dari berapa banyak dan berapa mahal barang yang bisa Anda tunjukkan. Anda akan cenderung membeli barang bukan untuk mendapatkan fungsi dari barang tersebut tetapi dari bagaimana barang itu terlihat hebat ketika Anda letakkan pada show case Anda.

Akibatnya, kondisi keuangan Anda biasanya akan menjadi hancur. Biasanya, Anda akan memiliki banyak utang.

sindrom-model

Sindrom ini menyebabkan Anda menganggap diri Anda model yang dikagumi oleh banyak orang karena memiliki banyak barang. Anda membeli banyak barang dengan tujuan utama membuat orang kagum. Akibatnya, Anda akan membeli barang yang biasanya di luar kemampuan keuangan yang Anda miliki.

sindrom-nobita

Sindrom ini menyebabkan Anda bertindak seperti Nobita dalam seri Doraemon. Anda selalu berkata “Aku ingin begini, Aku ingin begitu. Aku ingin ini itu, banyak sekali.” Anda cenderung mengalami kesulitan di dalam mengelola yang Anda miliki. Akibatnya, Anda akan senantiasa mengalami kekurangan uang. Berapapun jumlah uang yang Anda miliki, tidak akan bisa memenuhi keinginan Anda yang senantiasa bertambah.

[/fusion_accordion]

II. Perspective on Money (Cara Pandang tentang Uang)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang yang Anda miliki terhadap uang. Dampak dari sudut pandang ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, memandang uang dari sisi buruknya saja. Artinya, memiliki uang hanya akan memberikan kerugian kepada Anda. Di sisi ekstrim lainnya, Anda memandang uang dari sisi baiknya saja sehingga membuat uang bagian terpenting dalam hidup Anda. Kedua ekstrim ini akan membuat Anda memiliki masalah keuangan. Uang hanyalah alat bantu, baik dan buruknya tergantung dari Anda sebagai pemiliknya.

Ada tiga (3) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-semua-karena-uang

Sindrom ini membuat Anda merasa bahwa semua masalah yang ada di dalam hidup Anda akan selesai ketika Anda memiliki uang. Akibatnya, solusi semua masalah yang Anda hadapi senantiasa Anda kaitkan dengan uang yang Anda miliki sehingga Anda mengabaikan penyebab lain dari masalah yang Anda hadapi. Dampaknya, Anda akan senantiasa ingin mendapatkan banyak uang untuk menyelesaikan semua masalah Anda.

sindrom-menyembah-uang

Sindrom ini membuat Anda merasa bahwa tujuan utama hidup Anda adalah mendapatkan uang. Semua aktifitas yang Anda lakukan senantiasa diarahkan kepada mencari uang. Anda sangat menghargai uang sehingga lupa untuk menghargai yang lainnya. Akibatnya, Anda memiliki uang sebagai prioritas satu-satunya dari hidup Anda dan cenderung mengabaikan yang lainnya.

[/fusion_accordion]

III. Perspective and Skill on Spending (Cara Pandang dan Ketrampilan Berbelanja)

Masalah keuangan yang Anda hadapi seringkali bersumber dari cara pandang dan ketrampilan dalam hal berbelanja yang Anda miliki terhadap uang. Dampak dari sindrom ini membuat Anda bisa berada pada dua ekstrim. Satu ekstrim, memandang berbelanja sebagai suatu aktifitas yang tidak perlu dipikirkan lagi karena merupakan hak Anda. Dengan demikian, Anda berbelanja seperti memiliki uang yang tidak akan ada habisnya. Di sisi ekstrim lainnya, Anda memandang berbelanja seperti peperangan yang harus Anda menangkan. Anda berbelanja terlalu ketat sehingga seringkali “membuang” banyak waktu hanya untuk memenangkan peperangan berbelanja. Kedua ekstrim ini akan membuat Anda memiliki masalah. Di satu sisi, Anda bisa kekurangan uang. Sebaliknya, di sisi lainnya Anda bisa senantiasa merasa bersalah ketika tidak bisa mendapatkan harga terbaik.

Ada empat (4) sindrom yang berkaitan dengan hal ini.

sindrom-okb

Sindrom ini membuat Anda berbelanja seolah tanpa pertimbangan, seperti orang kaya baru. Anda seolah tidak menghargai uang yang sudah Anda miliki. Akibatnya, Anda mungkin memiliki banyak barang yang sebenarnya tidakterpakai. Atau jika terpa kai sekalipun, nilainya tidak sebanding dengan uang yang Anda keluarkan. Dampaknya, Anda biasanya akan senantiasa kekurangan uang.

sindrom-sungai

Sindrom ini membat Anda senantiasa mengikuti tren yang sedang ada. Begitu ada tren terbaru, Anda senantiasa mengikuti tren tersebut. Oleh karena itu, Anda seperti aliran sungai yang mengikuti ke mana tren berada. Anda akan merasa tidak enak saat tidak bisa mengikuti tren yang sedang “happening”. Akibatnya, Anda senantiasa kekurangan uang.

sindrom-shopaholic

Sindrom ini menyebabkan Anda merasa puas hanya jika bisa berbelanja. Dengan kata lain, perasaan Anda akan menjadi jauh lebih baik saat Anda bisa berbelanja. Kecanduan untuk berbelanja ini akan mengakibatkan Anda senantiasa mengalami kekurangan uang.

sindrom-paman-gober

Sindrom ini menyebabkan Anda akan bertindak seperti Paman Gober yang terkenal pelit dalam cerita Donal Bebek. Paman Gober ini secara berlebihan ingin mendapatkan harga terbaik dari setiap pembelian yang dilakukan. Akibatnya, Anda merasa bersalah ketika membeli barang yang menurut Anda bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah. Dampaknya, Anda bisa tidak dapat menikmati hidup Anda karena terlalu terobsesi untuk bisa selalu melakukan pembelian terbaik yang di bawah harga pasar untuk barang apapun yang Anda beli.

[/fusion_accordion]

Jika Anda ingin memeriksa Sindrom Finansial yang lengkap, ikuti

TES SINDROM FINANSIAL LENGKAP