Reksadana Indeks Berbasis SRI KEHATI Juara Return Harian, Apa Isi Portofolionya?

3
0
BAGIKAN

Bareksa.com – Setelah tertekan dalam sebulan terakhir, bursa saham Tanah Air akhirnya mampu merasakan manisnya zona hijau pada perdagangan kemarin. Penguatan ini turut mendorong reksadana berbasis saham, termasuk reksadana indeks.

Tak tanggung-tanggung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (26/03/2020) dengan meroket 10,19 persen ke level 4.388,90. Sebagai informasi, kenaikan tersebut merupakan persentase kenaikan harian terbesar dalam 21 tahun terakhir atau sejak 1999.

Penguatan IHSG ini seiring dengan reli di bursa global, setelah Pemerintah dan Senat Amerika Serikat dikabarkan menyepakati paket stimulus jumbo yang bernilai US$ 2 triliun atau sekitar Rp32.907,12 triliun. Paket stimulus untuk penanganan wabah virus corona (COVID-19) tersebut dikatakan yang terbesar sepanjang sejarah.

Reksadana Indeks SRI KEHATI

Kondisi IHSG yang melonjak tajam terutama didorong oleh saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) pada perdagangan kemarin, turut mendorong beberapa indeks saham lain seperti LQ45 (+14,92 persen), IDX30 (+15,29 persen), dan SRI KEHATI (+15,87 persen).

Penguatan signifikan yang terjadi pada IHSG maupun indeks saham lainnya tentu berdampak positif terhadap kinerja reksadana saham maupun reksadana indeks pada perdagangan kemarin. Dari indeks yang ada di Bursa Efek Indonesia, SRI KEHATI mencatat kenaikan tertinggi dalam perdagangan kemarin

Melihat komposisi saham yang terdapat dalam indeks SRI KEHATI Index Fund yang mayoritas (17 saham) tercatat menguat pada perdagangan kemarin, maka hal yang wajar jika reksadana yang berbasiskan indeks tersebut menempati jajaran teratas reksadana dengan kenaikan tertinggi pada perdagangan kemarin.

Tabel Peningkatan Harga Saham dalam Indeks SRI KEHATI (26/03/2020)

Sumber: BEI, diolah Bareksa

Sebagai informasi, indeks SRI-KEHATI merupakan indeks harga saham hasil kerja sama antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Yayasan KEHATI). Sedangkan SRI adalah kependekan dari sustainable and responsible investment.

Indeks ini dimaksudkan untuk memberikan tambahan pedoman investasi bagi pemodal yaitu dengan membuat suatu benchmark indeks baru yang secara khusus memuat emiten yang memiliki kinerja yang sangat baik dalam mendorong usaha-usaha berkelanjutan, serta memiliki kesadaran terhadap lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik.

Berdasarkan data reksadana indeks & ETF yang dijual di Bareksa, tercatat ada dua reksadana indeks berbasiskan SRI KEHATI yang berhasil menempati jajaran 5 teratas reksadana dengan kenaikan harian tertinggi pada perdagangan kemarin.

Tabel Top 5 Reksadana Indeks Return Tertinggi Harian (26/03/2020) Bareksa

Sumber: Bareksa

Berdasarkan tabel tersebut, dapat dilihat bahwa RHB SRI KEHATI Index Fund dan Reksa Dana Indeks BNP Paribas Sri Kehati mencatatkan lonjakan masing-masing 15,94 persen dan 14,68 persen. Kenaikan tersebut mendekati acuannya yakni Indeks SRI KEHATI yang naik 15,87 persen pada perdagangan kemarin.

Perlu diketahui, reksadana ialah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana indeks dikelola secara pasif dan berisikan aset saham-saham dalam indeks acuannya, yang bisa berfluktuasi dalam jangka pendek. Karena itu, reksadana indeks cocok untuk investasi jangka panjang dan untuk investor bertipe agresif.

(KA01/hm)

***

Ingin berinvestasi aman di reksadana yang diawasi OJK?

– Daftar jadi nasabah, klik tautan ini

– Beli reksadana, klik tautan ini

– Pilih reksadana, klik tautan ini

– Belajar reksadana, klik untuk gabung di Komunitas Bareksa Fund Academy. GRATIS

DISCLAIMER

Semua data return dan kinerja investasi yang tertera di dalam artikel ini tidak dapat digunakan sebagai jaminan dasar perhitungan untuk membeli atau menjual suatu efek. Data-data tersebut merupakan catatan kinerja berdasarkan data historis dan bukan merupakan jaminan atas kinerja suatu efek di masa mendatang. Investasi melalui reksadana mengandung risiko. Investor wajib membaca dan memahami prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi melalui reksadana.

Sumber

TINGGALKAN KOMENTAR