Pascakebakaran Gudang Kapas, SRIL: Operasional Spinning Normal

5
0
BAGIKAN

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk. belum dapat melakukan pemulihan atas gudang bahan baku yang terbakar pada 28 September 2019. Meski demikian, emiten bersandi saham SRIL ini memastikan operasional pabrik  pemintalan (spinning) berjalan normal.

Corporate Communication Sri Rejeki Isman Joy Citradewi mengatakan tim forensik sedang melakukan pengecekan atas gudang yang terbakar pada dua pekan lalu. Dengan begitu, perseroan belum melakukan pemulihaan terhadap gudang yang terbakar itu.

Meski demikian, dia memastikan produksi spinning tidak terganggu karena kebakaran terjadi di salah satu gudang cadangan bahan baku. Oleh karena itu, perseroan masih optimistis terhadap target kinerja yang yang telah dipasang.

Pada tahun ini, Sritex mengincar penjualan sekitar US$1,19 miliar dan laba tahun berjalan sebesar US$88,79 juta pada tahun ini, atau masing-masing tumbuh 15% dan 5% secara tahunan. Hingga semester I/2019 penjualan mencapai US$632,33 juta dan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$54,16 juta.

“Kami akan membiarkan tim forensik untuk melakukan pengecekan dulu. Belum bisa direcover karena butuh untuk barang bukti. Hingga laporan forensik keluar,” katanya pada Jumat (11/10/2019).

Lebih lanjut, perusahaan tekstil dan garmen ini masih belum mengetahui nilai kerugian atas musibah kebakaran tersebut. Perseroan masih menunggu laporan dari tim forensik yang diperkirakan keluar akhir pekan ini.  

“Untuk yang ini [nilai kerugian] belum. Kami akan mendapatkan kabar dari forensik mungkin akhir minggu ini,” imbuhnya.

Analis PT Maybank Kim Eng Securities Adi Wicaksono mengatakan ekspansi kapasitas mendorong pertumbuhan kinerja perseroan. Setelah ekspansi kapasitas produksi secara bertahap pada 2016-2017, volume penjualannya tumbuh 36% secara tahunan menjadi US$1,034 juta pada 2018, dibandingkan dengan 12% secara tahunan pada 2017 dan 9% pada 2016.

Pada 2018, rata-rata utilisasi perseroan telah mencapai 92%. Oleh karena itu, perseroan mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi kapasitas pada 2021.

Di pasar domestik, market share perseroan di seragam militer mencapai 90%. Sritex juga memasok item fesyen untuk H&M, Disney, Lee, dan Guess.

“SRIL merupakan perusahaan garmen dan tekstil terintegrasi yang terkemuka di Indonesia, melayani untuk pasar ekspor dan domestik,” katanya dalam riset yang dirilis pada 4 Oktober 2019.  

Analis melihat perusahaan yang berbasis di Sukoharjo itu dapat menangkap peluang di tengah perang dagang AS-China, dengan kapasitas tambahan, kualitas dan harga yang kompetitif.  Penjualan ekspor perseroan ke AS telah mencapai 14% dari total ekspor. Saat ini porsi terbesar masih digenggam oleh China yakni 32,7% dari impor tekstil AS dengan nilai US$21,2 miliar pada Januari-Juli 2019, turun dari 43,6% di 2011. 
Lebih lanjut, analis tidak memberikan rekomendasi atas saham SRIL. Pada perdagangan Jumat (11/10/2019) puku 13.13, saham SRIL menguat 0,71% ke level Rp284. Di level itu, perusahaan memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp5,81 triliun. 

Sumber

TINGGALKAN KOMENTAR