Meluruskan 2 Cara Pandang yang Salah tentang Asuransi Umum

1484
0
BAGIKAN

Salah satu cara pandang yang berbeda yang dimilliki oleh banyak orang berkaitan dengan cara perusahaan Asuransi mengganti kerugian.

Cara Pandang tentang Penggantian Kerugian

Ada pandangan yang salah tentang penggantian kerugian yang dimiliki oleh banyak orang. Misalkan Pak Amir memiliki bangunan dengan nilai 100 juta rupiah. Ketika ingin mengasuransikan bangunan tersebut, Pak Amir menganggap bahwa kerugian dari bangunan tersebut tidak akan sampai 60 juta rupiah jika terjadi kebakaran. Oleh karena itu Paka Amir hanya mengasuransikan bangunan tersebut senilai 60 juta rupiah. Ini semua berdasar pada anggapan bahwa kerugian yang berada di bawa 60 juta rupiah akan dibayarkan sepenuhnya. Sedang kerugian di atas 60 juta rupiah hanya akan diganti sebesar 60 juta rupiah.

Ketika bangunan Pak Amir terbakar dan mengalami kerugian yang sebesar 40 juta rupiah, berapa banyak ganti rugi yang diterima? Tentu saja Pak Amir berharap mendapat ganti rugi utuh karena dia sudah mengasuransikannya sebesar 40 juta rupiah. Apakah Anda juga memiliki pemikiran seperti ini? Benar. Banyak orang memiliki cara pandang seperti ini.

Apakah benar Pak Amir akan mendapat ganti rugi sebesar 40 juta rupiah? Tentu saja tidak.

Ketika bangunan senilai 100 juta rupiah diasuransikan sebesar 60 juta rupiah berarti Pak Amir mengatakan kepada perusahaan asuransi untuk menanggung risiko sebesar 60% (60 juta dibagi 100 juta) sedangkan sisanya yang sebesar 40% akan ditanggung sendiri.

Oleh karena itu, berapapun kerugian yang ditanggung Pak Amir, perusahaan Asuransi hanya akan mengganti 60% nya. Dari contoh kasus di atas, Pak Amir akan mendapat ganti rugi sebesar 24 juta (60% dari 40 juta) sedang sisa sebesar 16 juta harus ditanggung oleh Pak Amir sendiri.

2. Cara Pandang tentang Mendapatkan Keuntungan.

Cara pandang kedua yang salah adalah ingin mengambil keuntungan finansial dari Asuransi.  Dalam kasus Pak Adi di atas, bisa saja bangunan yang senilai 100 juta rupiah diasuransikan sebesar 150 juta rupiah dengan harapan akan mendapat ganti rugi sebesar 1,5 kali dari kerugian yang dialami.

Apakah ini bisa terjadi? Tentu saja tidak bisa, karena hasil terbaik dari asuransi adalah impas. Lihat jenis Risiko dalam Asuransi. Jadi pak Amir akan mendapat ganti rugi hanya sebesar kerugian riil jika dia mengasuransikan bangunan yang dimiliki lebih besar dari nilai sebenarnya.

Perbedaan cara pandang ini yang menyebabkan banyak orang terkejut ketika menerima ganti rugi dan menganggap perusahaan Asuransi sudah mencurangi mereka. Padahal kenyataanya, ini semua terjadi karena kesalahan cara pandang yang dimiliki.

TINGGALKAN KOMENTAR