Harga Karet Makin Kencang di Antara Yen, Minyak, dan Trump

1
0
BAGIKAN

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet terus naik pada perdagangan hari ketiga berturut-turut, Kamis (14/2/2019), di tengah kekhawatiran mengenai pasokan yang lebih rendah menjelang musim dingin di Thailand.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Juli 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 0,82% atau 1,50 poin di level 184,60 yen per kg dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (13/2/2019), harga karet kontrak Juli berakhir di level 183,10 dengan penguatan tajam 2,20 poin atau 1,22%.

Harga karet mulai melanjutkan penguatannya ketika dibuka dengan kenaikan 0,22% atau 0,40 poin di posisi 183,50 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, harga karet bergerak di level 185,00 – 185,10.

Dilansir dari Bloomberg, kontrak berjangka karet memperpanjang kenaikannya untuk hari ketiga di Tokyo saat kekhawatiran tentang pasokan yang lebih rendah menjelang musim dingin di Thailand, produsen terbesar di dunia untuk komoditas ini, mendorong para pedagang untuk meningkatkan pembelian.

“Tahun ini sungguh tidak biasa karena cuacanya terlihat buruk sehingga mempengaruhi persediaan,” kata Korakod Kittipol, seorang pedagang di Thai Hua Rubber.

“Cuaca tahun lalu sangat kering, hujan datang lebih awal pada bulan April dan ada sedikit hujan sejak Juni, sehingga mengurangi jumlah getah karet di pohon,” tambahnya.

Di sisi lain, menurut Gu Jiong, analis Yutaka Shoji, karet juga didukung pelemahan mata uang yen Jepang terhadap dolar AS, sehingga menjadikan kontrak berjangka yang diperdagangkan dalam yen menjadi lebih menarik.

Nilai tukar yen sore ini terpantau lanjut melemah 0,05% atau 0,05 poin ke level 111,06 per dolar AS pada pukul 14.39 WIB. Pada perdagangan Rabu (13/2), yen ditutup melemah 0,48% atau 0,53 poin di posisi 111,01.

Yen bertahan di kisaran level terendahnya tahun ini seiring dengan berlanjutnya reli kenaikan dolar AS dan perbaikan sentimen untuk aset berisiko yang dipicu oleh optimisme atas hubungan perdagangan AS-China.

Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan perdagangan antara kedua belah pihak yang tengah berlangsung untuk mengakhiri konflik dagangnya dengan China berlangsung sangat baik.

“Namun penguatan [harga karet] lebih lanjut kemungkinan terbatas mengingat reli tersebut dapat mendorong investor melakukan profit taking menjelang akhir pekan,” lanjut Gu Jiong.

Sejalan dengan karet di Tocom, harga karet untuk kontrak teraktif Mei 2019 di Shanghai Futures Exchange lanjut menguat 1,29% atau 150 poin ke level 11.755 yuan per ton setelah berakhir naik 20 poin atau 0,17% di level 11.605 pada perdagangan kemarin.

Sentimen pendukung lain bagi karet datang dari penguatan harga minyak mentah. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret 2019 lanjut menguat 0,93% atau 0,50 poin ke level US$54,40 per barel, setelah ditutup menguat 1,51% di level US$53,90 pada perdagangan Rabu (13/2).

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman April 2019 lanjut menguat 1,02% ke level US$64,26 per barel, setelah berakhir naik tajam hampir 2% di posisi 63,61 kemarin.

Seperti diketahui, karet sintetis yang menjadi bahan subtitusi utama karet alam dibuat dari polimer turunan minyak, sehingga pergerakan harganya jelas dipengaruhi harga minyak yang menjadi bahan baku asalnya.

Pulihnya harga minyak mendorong ekspektasi bahwa biaya karet sintetis, alternatif untuk varietas alami, akan meningkat.

Pergerakan Harga Karet Kontrak Juli 2019 di Tocom

Tanggal                             

Harga (Yen/Kg)              

Perubahan

14/2/2019

184,60

+0,82%

13/2/2019

183,10

+1,22%

12/2/2019

180,90

+1,74%

8/2/2019

177,80

-0,78%

7/1/2019

179,20

+0,06%

Sumber: Bloomberg  

Sumber

TINGGALKAN KOMENTAR