Berapa lama masa proteksi Asuransi Jiwa yang harus saya pilih?

2214
1
BAGIKAN

Banyak orang juga mengalami kebingungan ketika menentukan lama proteksi dari Asuransi Jiwa mereka. Akibatnya mereka memilih masa proteksi selama mungkin. Mereka berpikir bahwa tindakan paling tepat adalah dengan memilih masa proteksi paling lama. Apakah benar pendapat ini?

Yang perlu diingat adalah Asuransi Jiwa memiliki dua karakteristik. Pertama, Asuransi Jiwa adalah proteksi sehingga Anda harus membayar untuk proteksi yang diberikan. Kedua, semakin tinggi usia, semakin mahal proteksi yang harus Anda sediakan. Oleh karena kedua karakterisitik ini, Anda harus secepat mungkin menghentikan proteksi ketika sudah tidak diperlukan. Dengan demikian, Anda tetap bisa mendapatkan proteksi yang Anda perlukan dengan biaya yang seoptimal mungkin.

Ada dua hal yang harus Anda perhatikan.

1. Asuransi Jiwa Anda untuk melindungi dari Kewajiban Utang

Jika Asuransi Jiwa Anda gunakan untuk memproteksi utang, maka masa proteksinya adalah sama dengan tenor utang Anda. Ketika Anda mengambil KPR dengan tenor 20 tahun, maka proteksi dari Asuransi Jiwa Anda adalah 20 tahun. Anda sudah tidak membutuhkan Asuransi Jiwa ketika utang Anda lunas.

2. Asuransi Jiwa melindungi kebutuhan keluarga Anda

Ada 2 hal lagi yang harus Anda perhatikan dalam menentukan masa proteksi untuk Asuransi Jiwa yang Anda gunakan untuk melindungi kebutuhan keluarga Anda.

A. Asuransi Jiwa berhenti ketika penghasilan aktif Anda berhenti

Seorang karyawan biasanya akan pensiun ketika usia 55 tahun. Pada saat itu mereka tidak lagi mendapat gaji karena keaktifan mereka. Perusahaan biasanya akan memberikan uang dalam jumlah relatif besar guna biaya hidup setelah tidak lagi bekerja di perusahaan. Karena potensi income dari perusahaan itu sudah berhenti maka sebaiknya Asuransi Jiwa sebagai proteksi income juga berhenti di usia pensiun.

B. Asuransi Jiwa berhenti ketika keluarga sudah bisa memenuhi kebutuhan finansial sendiri

Saat Asuransi Jiwa Anda gunakan untuk memproteksi kebutuhan keluarga Anda, maka proteksi Anda tidak akan lagi diperlukan ketika keluarga Anda sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Mengapa demikian? Karena keluarga Anda sudah bisa mandiri secara finansial maka Anda tidak lagi memerlukan proteksi.

Misalkan, ada satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan 2 orang anak. Sang ayah bekerja sebagai karyawan dan akan pensiun ketika berusia 55 tahun. Si ibu hanya sebagai ibu rumah tangga jadi tidak menghasilkan income. Dalam kondisi seperti ini maka proteksi income sang ayah diperlukan sampai:

  • Ada dana cukup untuk biaya hidup si ibu jika sang ayah meninggal.
  • Kedua anak sudah mandiri secara finansial.

Misalkan sang ayah saat ini berusia 30 tahun, si ibu berusia 25 tahun dan anak-anak mereka berusia 3 tahun dan 1 tahun.

Ketika berumur 55 tahun (25 tahun lagi) maka:

  • Untuk biaya hidup si ibu akan disediakan lewat Dana Pensiun.
  • Anak-anak berumur, 28 tahun dan 26 tahun, sehingga diharapkan sudah mandiri secara finansial.

Oleh karena itu, sang ayah lebih baik menyediakan proteksi sampai usia 55 tahun di mana penghasilan aktifnya berhenti.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR