9 Penyebab Klaim Asuransi Kesehatan Anda Ditolak

1736
0
BAGIKAN

Anda memiliki hak dan kewajiban ketika mengambil Asuransi. Hak Anda adalah mendapatkan proteksi, berarti mengajukan klaim jika mengalmi kerugian. Sedangkan kewajiban Anda adalah memberikan informasi yang sesungguhnya dan membayar premi. Kemudian, ada aturan main yang akan disepakati oleh Anda dan perusahaan Asuransi. Oleh karena itu, ketika Anda ditolak ketika mengambil Hak Anda, maka biasanya terjadi karena Anda tidak memenuhi kewajiban Anda atau kaena tidak sesuai dengan kesepakatan yang ada di polis.

Di bawah ini adalah beberapa alasan yang bisa menyebabkan klaim Asuransi Kesehatan Anda ditolak.

1. Polis Lapse (Tidak Aktif)

Perusahaan asuransi hanya akan membayar klaim Anda ketika polis Anda dalam keadaan aktif. Oleh karena itu, Anda harus memastikan polis Anda dalam keadaan aktif.

Polis Anda akan berada dalam kondisi tidak aktif (lapse) ketika Anda lupa membayar premi. Memang ada masa tenggang, yang menolerir keterlambatan pembayaran. Biasanya masa tenggang ini sekitar 45 hari dari tanggal jatuh tempo pembayaran.Setelah melewati masa tenggang ini, maka pihak Asuransi tidak lagi memproteksi Anda.

Dalam asuransi unit link, kondisi lapse bisa terjadi ketika nilai tunai asuransi tidak bisa menutupi biaya asuransi. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memeriksa nilai tunai Asuransi Anda untuk memastikan masih cukup menutupi biaya asuransi.

2. Klaim di luar Ketentuan Polis

Seringkali Anda tidak mengerti manfaat dari Asuransi yang Anda beli. Akibatnya, Anda berasumsi bahwa proteksi tersebut mencakup segala kondisi. Padahal ada ketentuan mengenai proteksi yang diberikan. Misalnya, Anda beranggapan semua stadium kanker akan ditanggung oleh Asuransi Jiwa yang Anda beli. Padahal, Asuransi Kesehatan Anda hanya akan menanggung ketika kanker sudah sampai stadium 3. Jika Anda kenan kanker stadium 1, Asuransi Kesehatan Anda tidak akan menanggung.

3. Pengajuan Klaim Melewati Tenggat Waktu

Asuransi selalu memberikan batas waktu untuk pengurusan klaim. Lewat dari itu, klaim Anda bisa ditolak. Tenggat waktu untuk Asuransi Jiwa biasanya antara 30-60 hari.

4. Informasi awal yang tidak valid

Klaim Anda bisa ditolak karena Anda tidak memberikan data yang valid saat mengisi formulir kepesertaan awal. Informasi awal yang paling fatal biasanya adalah ketidakjujuran dalam:

  • memberitahukan informasi penyakit keturunan
  • memberikan informasi tentang merokok atau tidak merokok
  • memberikan informasi jenis pekerjaan

Ketidakjujuran/kesalahan informasi ini bisa menyebabkan klaim Anda ditolak.

5. Tidak mengikuti Prosedur Klaim dan tidak melengkapi Dokumen

Pastikan Anda mengikuti semua prosedur pengajuan klaim yang Anda bisa temukan di polis dan menyertakan semua dokumen yang diperlukan untuk mengajukan klaim. Kekurangan satu dokumen saja akan membuat asuransi menolak klaim Anda.

Bisa saja Asuransi Kesehatan Anda hanya akan menanggung ketika Anda berobat di rumah sakit yang menjadi rekanan perusahaan Asuransi.

6. Berada Pada Masa Tunggu (Waiting Period)

Masa Tunggu adalah waktu yang dibutuhkan dari waktu pembelian sampai saat mengajukan klaim. Jadi ada kalanya, setelah Anda membeli Asuransi, proteksi Anda baru dihitung setelah melewati masa tunggu. Anda tidak akan dapat mengajukan klaim bila sedang dalam masa tunggu. Setiap produk Asurans memiliki waktu tunggu yang berbeda-beda, bahkan ada yang memiliki waktu tunggu sampai 1 tahun.

Untuk sakit kritis, biasanya akan ada masa tunggu sekitar 30 sampai 365 hari.

7. Penyakit Telah Ada Sebelum Polis Dibeli

Klaim Anda akan ditolak bila menyembunyikan penyakit saat membeli klaim. Sekalipun masa tunggu telah lewat, namun jika terbukti penyakit Anda sebenarnya sudah ada sejak sebelum pembelian polis, asuransi akan menolak klaim Anda. Jadi, pastikan Anda membeli Asuransi Kesehatan dalam kondisi sehat.

8. Ada pada Pengecualian Polis

Di dalam polis, ada bagian yang mengatur pengecualian yaitu hal-hal yang tidak termasuk dalam tanggungan asuransi. Dalam asuransi jiwa, hal pengecualian ini di antaranya adalah mati karena bunuh diri, hukuman pengadilan, maupun kejahatan.

“Melukai Diri Sendiri” biasanya juga dimasukkan dalam pengecualian. Contohnya, kematian akibat naik motor dengan kecepatan tinggi di jalan raya termasuk tindakan “melukai diri sendiri” sehingga klaimnya akan ditolak.

9. Pemegang Polis Melanggar Hukum

Klaim Anda akan ditolak ketika kerugian Anda disebabkan karena Anda melanggar hukum. Pemegang polis asuransi kesehatan tidak akan dapat mengajukan klaim jika ia mengalami luka berat akibat dihajar massa ketika melakukan tindak kejahatan.

Bila merasa tidak puas dengan alasan penolakan pihak asuransi, ada badan yang khusus mengurusi kasus-kasus sengketa semacam ini. Pemilik polis bisa menaikkan kasus ke Badan Mediasi Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK).

http://berasuransi.blogspot.co.id/2012/10/penyebab-pengajuan-klaim-asuransi.html

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR